Jesus is The Way, The Truth, and The Life.

"Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera" (Roma 8:6). "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33). "Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti" (Yesaya 48:18). Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31).

Friday, May 08, 2015
0


"Kalo aja waktu bisa diulang, gue lebih milih jadi anak kecil. Yang gak tau apa apa, yang selalu senang gembira tanpa tau namanya masalah."

Pernyataan ini mungkin kadang muncul bagi orang yang sedang menghadapi masalah, sehingga dalam pemikirannya dia pengen menjadi anak kecil lagi dan lari dari masalahnya, karena anak kecil selalu bergembira, selalu senang tanpa memikirkan masalah. Pemahaman ingin menjadi anak kecil lagi karena melihat anak kecil itu selalu senang, bergembira, tanpa mau melihat mengapa anak kecil bisa berlaku seperti itu. Di sini aku mau katakan bahwa anak kecil bisa seperti itu karena respon anak kecil itu terhadap masalahnya lebih baik dari pada respon orang dewasa. Dan sesungguhnya Yesus telah mengatakan mengenai menjadi seperti anak kecil untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Matius 18:2-3
2. Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3. lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.


Lukas 18:16-17
16. Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
17. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."


Apa maksud Yesus mengatakan seperti itu? Apakah kita harus kembali menjadi anak kecil lagi? Tentu tidak. Yesus mengajarkan bahwa harus menjadi seperti anak kecil itu lah kita bisa diterima oleh Allah dan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Lalu mengapa Yesus mengatakan seperti itu? Ada yang berpendapat bahwa anak kecil itu masih suci belum mengenal dosa, apalagi kalau bayi yang baru lahir, banyak yang mengatakan bayi itu masih suci dan belum mengenal dosa, dan inilah pemikiran yang dapat menyesatkan banyak orang.

Siapa bilang anak kecil itu tidak punya masalah? Siapa bilang anak kecil dan bayi yang baru lahir itu masih suci dan belum mengenal dosa? Bahkan sejak dalam kandungan dan dilahirkan, manusia sudah punya warisan dosa. Hanya bayi Yesus lah lahir dengan keadaan tiada dosa dan suci. Karenanya, sejak bayi kita itu dibaptis dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus supaya anak itu menerima janji Kristus diselamatkan dan diampuni dosanya.

Sejak bayi lahir ke dunia, apakah dia tertawa sehingga dia bergembira, apakah dia tidak punya masalah sehingga dia dapat tersenyum? Tidak, bayi lahir ke dunia dengan menangis. Ya, menangis karena ada kesedihan dan masalah bagi sang bayi, tetapi kebahagiaan bagi orang tuanya. Itu lah masalah bagi sang bayi, masalahnya dia lapar, dia haus, dia kedinginan karenanya dia menangis.

Begitu juga anak kecil, kalau dia tidak nyaman dan disakiti maka dia akan menangis. Jadi kalau dia ketemu masalah yang membuat dia tidak nyaman, maka anak itu akan menangis. Tetapi kenapa anak kecil itu habis menangis, langsung cepat bergembira kembali dan melupakan tangisannya itu, mengapa? Karena responnya terhadap masalahnya itu cepat dia selesaikan. Anak kecil itu bisa cepat langsung melupakan masalahnya dan selalu memperhatikan dan menuruti apa yang diajarkan orang tuanya, selalu percaya apa yang dikatakan orang tuanya. Jika anak kecil itu lapar, haus, pengen ini, pengen itu, dia tinggal bilang ke orang tuanya dan kalau tidak diberikan maka responnya dia sebentar menangis tetapi setelah itu dia tetap nurut apa yang dikatakan dan yang diinginkan orang tuanya, dia berpikir sederhana dan tidak rumit dan yang paling penting anak kecil itu akan berkata jujur apabila orang tuanya tidak mengajarkan kebohongan kepadanya, begitulah respon anak kecil.

Yesus mengajarkan untuk perhatikan anak kecil itu bukan kita menjadi anak kecil lagi, tetapi respon kita terhadap segala sesuatu harus kita sambut seperti seorang anak kecil. Percayakan semua masalah kita kepada Bapa di Sorga, seperti anak kecil itu percayakan masalahnya kepada orang tuanya. Menuruti dan melakukan apa yang diperintahkan Bapa di Sorga kepada kita, seperti anak kecil itu selalu menuruti apa yang diajarkan dan diingini orang tuanya. Begitulah kita harus bisa memberikan respon terhadap segala sesuatu seperti seorang anak kecil.

Sudahkah kita memberikan respon seperti anak kecil?

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.