Thursday, July 30, 2015

Kebahagiaan Sejati

Renungan Rohani - Kebahagiaan Sejati - Save Your Soul
Banyak orang mencari kebahagiaan di dunia ini dengan harta yang melimpah, hidup yang penuh dengan senang - senang, mencari uang sebanyak-banyaknya, mencari kehormatan dan menjadi orang yang terhormat itu menjadi tolak ukur kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Namun, benarkah Tuhan berkehendak manusia berbuat demikian, kebahagiaan seperti itukah yang Tuhan sampaikan dan ajarkan kepada umat-Nya?

Mari kita lihat dan perhatikan seluruh Firman-Nya, baik kitab Taurat, Injil, dan kitab para nabi dan rasul-Nya. Tidak ada satu pun Tuhan mengajarkan dengan banyaknya harta yang melimpah, kesuksesan yang besar membuat manusia itu bisa berbahagia. Bahkan Salomo dalam kemegahannya yang diberikan Tuhan, kebahagiaannya pun bukan karena kekayaan dan kehormatan yang ia miliki tetapi karena hikmat yang ia miliki tiada taranya. Bukan kekayaan maka manusia dapat disebut berbahagia, meskipun manusia di dunia ini menganggap dengan kekayaannya ia dapat berbahagia. Manusia seperti ini jelas Tuhan katakan tidak mempunyai pengertian yang akan membawanya kepada kebinasaan. Hal ini jelas tertulis di Mazmur 49:17-21
17. Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,
18. sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
19. Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,
20. namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya. 
21. Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan. 

Lalu bagaimanakah manusia mendapat kebahagiaan menurut kehendak Tuhan ?
1.  Takut akan Tuhan, dan suka akan segala perintah-Nya 
     (Mazmur 112:1, Mazmur 128:1, Yesaya 48:18).

2.  Orang yang hidupnya tidak bercela, hidup menurut firman-Nya
     (Mazmur 1:1-3, Mazmur 119:1, Matius 7:21, Yakobus 1:22).

3.  Orang yang percaya kepada-Nya
     (Mazmur 84:13, Amsal 16:20, Yohanes 3:16).

Dan dalam Injil Lukas 11:28, Yesus mengatakan,
Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." 

Yesus mengatakan siapa yang berbahagia ketika orang banyak menyangka bahwa ibu Yesus lah, Maria yang paling berbahagia, namun Yesus menegaskan bahwa yang berbahagia adalah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya. Inilah arti kebahagiaan sejati sesungguhnya, di luar dari pada itu adalah bukanlah kebahagiaan.




Thursday, July 02, 2015

Adalah Cara-MU

Renungan Rohani - Adalah CaraMU - Save Your Soul
Adalah Cara-MU
Adalah Cara-MU
Adalah Cara-MU
Adalah Cara-MU

Hidup tidak selalu seperti yang kita inginkan, tidak selalu seindah yang kita bayangkan dan tidak seburuk yang kita rasakan. Terkadang kita harus melewati masa-masa sukar yang penuh dengan kekecewaan, penderitaan dan kesengsaraan namun tak jarang juga kita dapat melewati masa-masa kegembiraan dan sukacita. Semuanya itu adalah cara-Nya untuk membentuk kita menjadi pribadi yang kuat dan taat kepada-Nya. Seperti bejana tanah liat di tangan tukang periuk, yang membentuk sedemikian rupa menurut kehendaknya, jika bejana itu rusak, ia akan membentuknya kembali menurut apa yang baik baginya.
Yeremia 18:4
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Begitu juga Tuhan yang menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya, Dia membentuk manusia sedemikian rupa di tangan-Nya, adakalanya Tuhan menghancurkan, menghajar manusia itu jika manusia itu menjadi rusak, menjadi jahat.
Yeremia 18:5-7
5. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
6. "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
7. Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya.

Tetapi jika manusia itu berbalik dan bertobat dari segala kejahatannya dan kembali kepada Allah pembentuknya, maka Allah akan membangun mereka kembali.
Yeremia 18:8-9
8. Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.
9. Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka.

Segala sesuatu yang kita dapatkan di dunia ini hanyalah sementara, yang baik atau yang buruk itu semua diijinkan Tuhan terjadi di dalam hidup kita. Kegembiraan, sukacita, kesusahan, penderitaan bahkan malapetaka itu semua diberikan Tuhan kepada kita tanpa terkecuali. Bukan tanpa alasan Tuhan perbuat segala sesuatu di dalam hidup kita. Kegembiraan dan sukacita bila kita taat kepada-Nya, tetapi sebaliknya kesusahan dan malapetaka jika kita berpaling dari-Nya.
Yehezkiel 14:22-23
22. Tetapi sungguh, akan tertinggal di sana orang yang terluput, yang mengiring ke luar anak-anak lelaki dan perempuan; lihat, mereka akan datang kepadamu dan kamu akan melihat tingkah laku mereka dan kamu akan merasa terhibur tentang malapetaka yang Kudatangkan atas Yerusalem, ya tentang segala-galanya yang Kudatangkan atasnya.
23. Mereka akan menghibur kamu, kalau kamu melihat tingkah lakunya, dan kamu akan mengetahui bahwa bukan tanpa alasan Kuperbuat segala sesuatu yang Kuperbuat atas Yerusalem, demikianlah firman Tuhan ALLAH." 

Cara Tuhan membentuk kita tidak akan pernah terselami, yang pasti orang yang dikasihi-Nya tidak akan dibiarkan sendiri meskipun dalam kesesakan. Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana (Amsal 24:16). Hanya orang yang dikasihi-Nya saja lah yang dapat merasakan pertolongan dan pengajaran dari-Nya, kita dapat merasakan pengajaran dari-Nya itu bukti bahwa kita dikasihi-Nya, bukti bahwa kita adalah anak-anak-Nya.
Ibrani 12:6-7
6. karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
7. Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?

Sebab jika tidak demikian, kita bukanlah anak-anak-Nya melainkan anak-anak gampang.
Ibrani 12:8
8. Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Sudahkah kamu menyadari dan merenungkannya ? Anak-anak siapakah kamu sesungguhnya ?
Save Your Soul...

 

Monday, June 15, 2015

Dosa Yang Berulang

Renungan Rohani - Dosa Berulang - Save Your Soul
Ada pertanyaan setelah dosa kita diampuni, dosa masa lalu yang pernah kita perbuat, Tuhan akan mengampuni dosa kita, bagaimana dosa yang berulang atau dosa yang akan datang? 

Yang pasti Allah tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan.

Galatia 6:7
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Semua manusia telah berdosa, dan supaya manusia diselamatkan dari dosa-dosanya, maka oleh kasih karunia-Nya Allah sendiri telah menebusnya melalui Yesus Kristus, apapun dosa kita telah diampuni-Nya. Tetapi setelah kita menerima Yesus, bolehkah kita melakukan dosa lagi? Sekali-kali tidak.

Cukup sekali Yesus telah datang ke dunia untuk mengampuni dosa kita oleh kasih karunia-Nya, selanjutnya berusahalah dengan tekun dan berjaga-jagalah sebelum kedatangan-Nya yang kedua supaya saatnya nanti kita kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

Yohanes 8:10-11
10. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
11. Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."


Yohanes 5:14
14. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

Dari kedua nats tersebut, nats pertama menceritakan Yesus mengampuni dosa perempuan yang kedapatan berzinah dan nats yang kedua Yesus menyembuhkan seorang yang sakit selama tiga puluh delapan tahun, dengan tegas Yesus mengatakan kepada masing-masing mereka supaya jangan berbuat dosa lagi supaya tidak terjadi lagi yang lebih buruk.

Hal ajaran Yesus ini disampaikan juga oleh murid-Nya Petrus. 
2 Petrus 2:20-22
20. Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
21. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
22.Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."


Nabi Yehezkiel juga menyampaikan hal seperti ini,
Yehezkiel 18:24
24. Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik--apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.


Sebaliknya,
Yehezkiel 18:21-22
21. Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
22. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.


Lalu ada yang membela dirinya dengan pernyataan, "Manusia kan gak ada yang sempurna, tidak lepas dari kesalahan."  Pernyataan tersebut itulah tipu muslihat iblis sebenarnya, sehingga manusia mengandalkan pikirannya dan mengabaikan apa yang sudah tertulis dan yang diajarkan Yesus dalam Injil-Nya. 
Matius 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. 

Imamat 19:2
Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.  

Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan, sebab Allah tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan, Dia tahu segala isi hati manusia dan Dia melihat hati. Jika kita sudah benar-benar bertobat, tidaklah kita akan mau melakukan dosa lagi, sebab kita adalah ciptaan yang baru yang dilahirkan kembali dari Roh-Nya, dan Roh-Nya itu yang diam di dalam kita akan memampukan kita untuk tidak melakukan dosa lagi.
Yohanes 3:5
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 
2 Korintus 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.

Tuesday, June 09, 2015

Hidup Dalam Kebohongan

Renungan Rohani - Hidup Dalam Kebohongan - Save Your Soul
Seandainya dalam tubuh manusia ada sensor kebohongan, apabila ia berbohong hidungnya akan bertambah panjang seperti cerita boneka pinokio, maka sangatlah dipastikan maka seluruh dunia ini penuh dengan manusia-manusia yang berhidung panjang. Berbohong masa sekarang ini sudah semakin biasa bahkan sudah menjadi budaya, manusia semakin bahagia dengan kebohongan yang dilakukannya dengan sangat indah terhadap sesamanya, apalagi kebohongannya itu dapat dia lakukan layaknya orang yang sangat baik hati bertahun - tahun tetapi tanpa ia sadari hidupnya yang sementara itu telah diikat oleh roh dusta seumur hidupnya. Ada juga yang berbohong dengan alasan demi kebaikan yang sering ia sebut sendiri dengan istilah kerennya "white lie". Benarkah kebohongan demi kebaikan itu layak untuk kita lakukan ? Sekali - kali tidak !!!

Yesus mengajarkan bahwa apa yang kita katakan, katakanlah sejujurnya, katakan ya  jika ya dan katakan tidak jika tidak.
Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Kebenarannya adalah, apabila kita melakukan kebohongan maka tanpa kita sadari si jahat atau iblis itu akan mengikat kita dengan tipu muslihatnya dengan roh dusta sehingga kita semakin jauh dari Allah. Semakin banyak kita melakukan kebohongan, semakin jauh juga hubungan kita dengan Sang Pencipta kita, sejauh timur dari barat, setinggi langit dari bumi kita terpisah dengan Allah, karena Yesus sendiri tidak berbohong, jika tidak demikian maka Ia pasti memberitahukannya kepada kita. Iblislah yang menjadi bapa bagi orang - orang pendusta karena iblis adalah bapa segala dusta yang tempatnya adalah di lautan api neraka, orang - orang pendusta tempatnya di dalam lautan api yang menyala-nyala.
Yohanes 8:44
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 

Wahyu 21:8
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

Jika kita sudah mengetahui kebenaran ini, akankah kita tetap melakukan kebohongan dan dusta seumur hidup kita? Tentu tidak bukan? Marilah kita lakukan apa yang diajarkan Tuhan Yesus untuk berkata jujur meskipun itu menyakitkan, bukan melakukan kebohongan meskipun itu kelihatannya indah, apalagi berbohong dengan alasan demi kebaikan, sesungguhnya hal itu adalah kebohongan yang menipu dan tidak ada kebenaran didalamnya. 
Amsal 11:3
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. 

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.

Saturday, May 23, 2015

Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri

Renungan Rohani - Tampar Pipi Kanan, Berikan Pipi Kiri - Save Your Soul
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.(Matius 5:39).

Lukas 6:29
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. 
Jika kita membaca satu dua kali perkataan Yesus di Injil Matius ini, mungkin di benak kita ini sangat mustahil untuk dilakukan. Ya, bagi manusia memang sangat mustahil, tetapi bagi Allah tiada yang mustahil. Siapa sih yang mau bertindak demikian yang tentunya bagi kita pasti itu adalah tindakan bodoh, dungu, tolol, bego dll. Tetapi jika Allah mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada kita, maka kita bukan saja memperoleh kuasa menaklukkan musuh, mengusir roh jahat, membuat orang sakit menjadi sembuh dan mujizat karunia yang lain, bukankah iblis juga dapat melakukan itu semua? Tetapi kita dimampukan melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti yang telah dilakukan Yesus, karena bukan kita yang melakukan pekerjaan itu melainkan Roh Kudus itu yang bekerja di dalam kita sehingga kita mampu melakukan pekerjaan demikian dan pastinya iblis tidak dapat melakukan pekerjaan yang demikian.
Yohanes 14:12
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
Jadi seandainya, suatu ketika pipi kanan kita ditampar oleh seseorang, kita juga mampu memberikan kepadanya pipi kiri kita. Apakah Yesus mengajarkan bahwa jika hal ini terjadi maka serta merta kita akan langsung memberikan pipi kiri kita tersebut? Tentu tidak, mengapa? konteksnya di sini adalah mengenai cara kita menghadapi kejahatan. Yesus juga pada waktu Dia mau dilempari batu oleh orang banyak, dia menghindar dan bukan diam saja ketika mau dilempari, karena waktu-Nya belum tiba. Dan pada saat waktu-Nya telah tiba, Dia lakukan hal ini, ketika Dia ditampar, diludahi, dicambuk dan dipukuli, Dia tidak melawan, sampai Dia mati disalibkan di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Maksud Yesus di sini adalah, jika seseorang melakukan yang jahat kepada kita, menampar kita, tindakan kita adalah tetap tidak melawan kejahatan tersebut, tidak membalas dendam seperti dalam cerita kepahlawanan raja-raja dahulu yang selalu membalas dendam atas segala kejahatan yang menimpa mereka. Karena dahulu memang Yesus mengatakan mata ganti mata, gigi ganti gigi.
Matius 5:38
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

Janganlah melawan kejahatan, membalas yang jahat dengan yang jahat, tetapi tetaplah berbuat baik, dan Rasul Paulus katakan kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan (Roma 12:21), Rasul besar Petrus juga mengatakan janganlah membalas caci maki dengan caci maki (1 Petrus 3:9), bahkan Rasul Petrus mengatakan meskipun kita tetap berbuat baik tetapi orang itu tetap juga berbuat jahat kepada kita, bukan masalah bagi kita tetap berbuat baik kepadanya meskipun kita harus menderita karenanya.
1 Petrus 3:14
Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.

Yesus juga mengatakan kembali tetaplah berbuat baik bukan hanya kepada orang yang berbuat baik kepada kita, tetapi juga kepada semua orang termasuk yang menjahati kita, yang menyakiti kita, yang menampar kita, yang mengkhianati kita. Tidak ada gunanya kita berbuat baik hanya kepada orang yang berbuat baik kepada kita, karena orang-orang berdosa pun berbuat demikian.
Lukas 6:33
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
Jelaslah, bahwa dari manakah ajaran yang demikian, itulah ajaran dari Yesus yang disampaikan kepada murid-murid-Nya yang ada di Injil Matius 5:39 tersebut diteruskan turun temurun kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus dan yang mau melakukan perintah-Nya, karena dengan hanya melakukan perintah-Nya sajalah kita dapat menyebut kita mengasihi Allah. 
Yohanes 14:21
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."  

Bukan mustahil bagi kita untuk dapat melakukan hal yang demikian jika Roh Allah itu bekerja di dalam kita, jika Roh Allah itu ada di dalam kita maka kita adalah anak - anak Allah (Roma 8:14). Dan tidak ada yang berat dan susah bagi kita meskipun kita menderita karena kebenaran ini, bahkan berbahagialah kita karenanya sebab kita akan menjadi anak - anak Allah.

Jadi maukah kita mengasihi Allah dan menjadi anak - anak Allah yang sesungguhnya? Pikirkan dan renungkanlah!!!

Ingatlah!!! Tamparan yang keras dapat menyadarkanmu tetapi dapat pula membinasakanmu.

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.

Tuesday, May 19, 2015

mengenai Perceraian

Renungan Rohani - mengenai Perceraian - Save Your Soul
Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!(Maleakhi 2:16).

Manusia pada awalnya laki-laki dan perempuan itu bersatu menjadi satu daging (Kejadian 2:24), karenanya manusia tidak boleh menceraikan yang telah dipersatukan Allah (Matius 19:6). Allah membenci perceraian, jadi setelah menikah hendaklah laki-laki dan perempuan itu saling setia satu sama lain. Masalah setelah pernikahan pasti ada datang silih berganti, tetapi apa pun masalah dalam hidup setelah menikah itu harus dihadapi dan dikerjakan bersama-sama tanpa harus adanya perceraian. Sebab mereka yang telah menikah telah diikat menjadi satu kesatuan, berjanji untuk bersatu selama hidup, dan berjanji setia dalam suatu ikatan kudus untuk menggenapi kehendak Allah yaitu untuk menghasilkan keturunan yang ilahi.
Maleakhi 2:15
Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

1 Korintus 7:14
Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Ya, dari kedua ayat itu menunjukkan Allah menghendaki bersatunya laki-laki dan perempuan itu dalam pernikahan yang kudus untuk menghasilkan keturunan ilahi, anak - anak yang kudus dan bukan anak - anak yang cemar.

Yesus mengajarkan juga mengenai perceraian dalam ajaran-Nya;
Matius 19:9
Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.

Matius 5:31-32
31. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
32. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. 

Markus 10:11-12
11. Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 
12. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

Lukas 16:18
Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.


Keempat perikop mengenai perceraian yang tertulis dalam Injil Matius, Markus dan Lukas itu mari kita perhatikan, perceraian hanya boleh dilakukan apabila si perempuan itu berzinah, namun setelah bercerai si laki-laki tidak dapat kawin kembali, dan begitu juga dengan si perempuan tidak dapat kawin kembali. Karena apa?

Pertama, dalam Injil Matius 5:32, Lukas 16:18 tertulis siapa yang telah bercerai dan kawin dengan perempuan yang diceraikan (janda) maka ia juga berbuat zinah.

Kedua, dalam Injil Markus 10:11-12, Lukas 16:18 tertulis siapa yang bercerai dan kawin dengan perempuan lain artinya perempuan yang bukan janda seperti yang pertama tadi, ini bisa saja perempuan yang masih gadis maka ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya selama ia hidup, begitu pun sebaliknya.

Ketiga, bagi si perempuan yang sudah diceraikan suaminya, seumur hidupnya ia tidak dapat kawin kembali, karena jika ia kawin maka ia melakukan zinah bersama suami yang dinikahinya itu (Matius 5:32. Lukas 16:18)

Keempat, begitu juga bagi perempuan yang belum pernah kawin, janganlah ia kawin dengan laki-laki yang sudah pernah menikah dan telah bercerai dengan isterinya, karena ia akan hidup dalam perzinahan dengan suaminya itu selama hidupnya. (Markus 10:11, Lukas 16:18)

Keempat hal ini lah yang menjadikan bahwa pernikahan itu benar-benar kudus dan laki-laki dan perempuan yang telah bersatu itu harus  menjaga kekudusan itu selama mereka hidup di dunia ini. Jika kekudusan itu dilanggar, hanya oleh satu alasan pernikahan dapat diceraikan manusia yaitu karena zinah si perempuan itu. Tidak ada alasan apa pun yang boleh dijadikan dasar untuk bercerai kecuali zinah.

Paulus juga menekankan mengenai perceraian, bahwa jika bercerai baik suami atau isteri tidak boleh bercerai, dan jika perceraian tidak dapat dihindari karena alasan yang sudah kita sebutkan di atas tadi, baik suami atau isteri tersebut ia harus tetap hidup sendiri atau keduanya berdamai.
1 Korintus 7:10-11
10. Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.
11. Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

Pernikahan itu berlaku sekali seumur hidup, begitu juga dengan perceraian jika itu terjadi hanya berlaku satu kali saja seumur hidup, tidak ada pernikahan setelah perceraian. Jika tidak demikian maukah kita hidup dalam perzinahan? Tentu tidak!!!

Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.(Matius 19:10-11)

Apakah itu mengerikan bagi kamu ? Ya, mengerikan bagi mereka yang ingin memuaskan hawa nafsunya dengan cerai kawin lagi, tetapi itu menjadi sangat indah bukan bagi mereka yang setia dan tidak suka berkhianat. Menjadi sangat indah bagi kita yang dapat mengerti perkataan itu, dan semoga kita semua diberi karunia oleh Allah Bapa kita yang di sorga untuk mengerti akan perkataan itu.

Amin.

Monday, May 18, 2015

mengenai Pernikahan

Renungan Rohani - mengenai Pernikahan dalam Kristen - Save Your Soul
Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti. (Matius 19:12).
Haruskah manusia menikah ? Manusia diciptakan bukan untuk berpasang-pasangan, tetapi untuk menggenapi kebaikan dan kehendak Allah sebagai ciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah supaya manusia berkuasa atas seluruh bumi yang telah Dia ciptakan (Kejadian 1:26), diciptakan-Nya manusia itu laki-laki dan seorang penolong baginya, penolong yang sepadan dengannya yang disebut dengan perempuan, dikatakan perempuan sebab ia diambil dari laki-laki (Kejadian 2:23). Pemahaman manusia harus berpasang-pasangan lah maka manusia sekarang ini membenarkan keinginannya hanya untuk memuaskan keinginan nafsunya mengambil lawan jenisnya sebagai pasangannya, dan bukan untuk melakukan kehendak Allah sebagai penolong baginya. Namun pada awalnya tidaklah demikian, karenanya banyak sekarang ini menganggap pernikahan itu sesuatu perkara yang biasa yang terjadi antara laki-laki dan perempuan, jika dia tidak suka lagi dengan pilihannya, maka dia mencari yang lain, menceraikannya dan menikah kembali dengan yang lain.

Yesus mengatakan dari ayat Matius 19:12 tersebut di atas bahwa ada tiga sebab manusia tidak kawin; Pertama karena memang dia tercipta demikian jauh sebelum dia lahir ke dunia ini, sering dikatakan ini sudah garisan tangannya. Kedua karena sesuatu hal di hidupnya dalam hubungannya dengan orang lain, bisa jadi dia trauma dengan lawan jenisnya. Ketiga karena karena sesuatu hal di hidupnya dalam hubungannya kepada Tuhan, ia melakukan segala sesuatu di hidupnya berdasarkan atas dasar kehendak Allah bukan karena keinginannya sendiri. Jika demikian halnya, apakah manusia tidak perlu kawin?

Yesus mengajarkan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bersatu dalam suatu proses pernikahan itu kudus dan sakral dalam Injil Matius 19:4-6
4. Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?  
5. Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
6. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Dari perkataan Yesus di atas jelas bahwa manusia laki-laki dan perempuan bersatu dalam proses pernikahan yang sakral dan tidak boleh diceraikan manusia, laki-laki meninggalkan kehidupan dalam lingkungan ayah ibunya bersatu dengan perempuan, tidak dikatakan  di situ bersatu dengan perempuan-perempuan. Artinya, baiklah laki-laki mengambil hanya satu orang perempuan saja sebagai penolong baginya, bukan sebagai pasangannya. Karenanya mereka berdua bersatu di hadapan Tuhan, di depan altar pernikahan kudus, mengatakan ikrar janji setia dan doa iman dalam hatinya kepada Tuhan, Allah lah yang mempersatukan yang tidak boleh manusia menceraikannya, tidak boleh ada perceraian di antaranya seburuk apa pun alasannya selama masa hidup mereka, kecuali alasan perempuan itu zinah. Menikah itu baik, tetapi tidak menikah itu lebih baik lagi jika itu dilakukan orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.

Saturday, May 16, 2015

Mengampuni

Renungan Rohani - Mengampuni
Sebagaimana telah ditetapkan Tuhan tujuh puluh kali tujuh masa atas bangsa Israel untuk menghapus kesalahan mereka (Daniel 9:24), sebanyak itu juga kita harus mengampuni orang yang menyakiti kita yaitu tujuh puluh kali tujuh kali.
Matius 18:21-22
21. Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
22. Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 

Yesus mengajarkan hal mengampuni dalam perikop tersebut sangat jelas, lalu atas dasar apa kemudian kita tidak bisa mengampuni seseorang yang telah menyakiti hati kita? Tidak ada bukan. Jangan mengaku mengikut Yesus, jangan mengaku Kristen jika hal ini kita tidak bisa lakukan, karena yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga adalah orang yang melakukan kehendak Bapa di sorga, karena pada masa hari-hari terkahir ini akan banyak orang mengaku mengikut Tuhan, mengaku mengikut Yesus, tetapi apa yang telah diajarkan Yesus sungguh tidak dia lakukan sebagaimana seharusnya. Be Aware!!!
Matius 7:21-23
21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 
22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Tuhan tidak akan melihat agama kita, Tuhan tidak melihat kristen kita, tapi Tuhan akan melihat hati kita. Tidak perlu kita bersaksi kepada Tuhan apa yang telah dilakukan seseorang yang telah menyakiti hati kita, karena Dia tahu seluruh hati kita dan hati orang yang menyakiti hati kita. 
Yohanes 2:25
dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. 

Cukuplah kita mengampuni orang yang menyakiti hati kita, dan jika orang tersebut melakukannya lagi, yang bisa kita lakukan adalah tetap mengampuninya. Sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali kita harus bisa mengampuni orang yang menyakiti kita, sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali kita harus bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dan sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali pula kita harus bisa mengampuni orang yang berbuat dosa terhadap kita.

Mengapa demikian?
Sebagaimana Tuhan menghapus kesalahan bangsa Israel yang sering menyakiti hati-Nya dan yang sering berbuat kesalahan kepada-Nya, tetapi Tuhan tetap menghapuskan kesalahan mereka. Sebagaimana Tuhan juga  menghapus dosa kita, mengampuni dosa kita melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib, begitu juga kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Karena jika tidak demikian kita lakukan, maka Tuhan juga tidak akan mengampuni segala kesalahan dan dosa kita. Maukah segala kesalahan dan dosa yang kita perbuat tidak diampuni Tuhan? Tentu tidak mau bukan???
Matius 6:14-15
14. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." 

Apa dan bagaimana mengampuni itu? Mengampuni dilakukan saat orang yang berbuat jahat kepadamu itu menyesal dan bertobat dan meminta pengampunan, haruslah kita mengampuninya.
Lukas 17:3-4
3. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

4. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.

Ampunilah mereka yang menyakitimu jika mereka menyesal dan meminta maaf kepadamu. Lalu bagaimana mengampuni mereka sementara mereka tidak menyesal apalagi meminta maaf? Ya, mengampuni dapat terjadi apabila mereka menyesal akan perbuatan jahatnya dan bertobat. Tidak ada pengampunan tanpa pengakuan dosa. Kalau hal ini terjadi yang bisa kita lakukan adalah bersabar dan janganlah membalas apa yang pernah dia lakukan kepadamu, karena jika kita membalasnya sedemikian rupa... apa bedanya kita dengan mereka. Pembalasan bukanlah hak kita, tetapi berilah tempat kepada Allah, karena pembalasan adalah hak-Nya. Tetaplah lakukan yang baik dan berdoalah bagi mereka, bermohonlah kepada Allah supaya kalau-kalau mereka mendapat belas kasihan-Nya sehingga Allah menyelamatkan mereka. Sebab Allah hanya mengampuni orang-orang yang memohon ampun dosa kepada-Nya sebaliknya murka-Nya turun atas mereka yang tangannya penuh dengan perbuatan yang jahat.

Jadi, sekeji apa pun orang itu berbuat kesalahan kepada kita, sejahat apa pun orang itu menyakiti hati kita, jika dia menyesal atas kesalahannya... tetaplah yang bisa kita lakukan adalah mengampuninya, bukan karena manusia tetapi karena Tuhan, karena kecintaan kita akan Allah, itulah yang menguatkan, meneguhkan, mengokohkan kita. Sebab ada tertulis ;
Matius 5:39
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 

Roma 12:21
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Amsal 24:29
Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya." 

Amsal 20:22
Janganlah engkau berkata: "Aku akan membalas kejahatan," nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.  

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.

Thursday, May 14, 2015

Turun Naik Sorga

Renungan Rohani - Yesus Naik ke Sorga
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Yohanes 3:13). Perkataan Yesus ini jelas lah bagi kita bahwa tidak ada seorang pun yang pernah naik ke sorga selain Yesus, Anak Manusia yang telah turun dari sorga (the Son of man which is in heaven).

Lalu ada orang yang mengaku pernah turun naik ke sorga, jalan - jalan ke neraka, dibawa jalan - jalan ke surga dll, ternyata cerita seperti ini telah dipatahkan dengan perkataan Yesus ini. Kenapa? Karena aku lebih percaya apa yang telah dikatakan Yesus daripada apa yang telah dikatakan manusia. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa manusia bahkan murid-murid yang telah dipilih sendiri oleh-Nya tidak akan dapat pergi ke sorga sebelum waktunya.
Yohanes 13:36
Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."

Jadi tidak benar ada orang yang bolak balik turun naik ke sorga, terus kembali lagi ke dunia ini menceritakan pengalamannya di sorga yang mana cerita itu tidak seperti yang telah tertulis dan diajarkan oleh Yesus mengenai Kerajaan Sorga dalam Injil-Nya, kita bisa baca dan merenungkannya khususnya di dalam Injil Yohanes, marilah baca dan renungkan keempat Injil itu baik dari Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Ataupun ada orang yang menceritakan pengalamannya jalan-jalan di neraka seperti cerita film dunia ini yang mana hal mengenai neraka tidak seperti yang telah tertulis dan diajarkan oleh Yesus yang terdapat di Injil Lukas 16:19-31, yang sudah pernah kita bahas tentang kemana manusia pergi setelah meninggal.

Yesus itu adalah Tuhan, yang tadinya berada di dalam sorga, segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan termasuk dunia ini beserta segala isinya dijadikan oleh Dia (Yohanes 1:3). Dia turun menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa, dan yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Firman itu telah menjadi manusia (Yohanes 1:14) dan Allah memberi nama-Nya Yesus, Dia hidup di dunia untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah supaya manusia dibebaskan dari segala ikatan dosa, tetapi dunia tidak mengenal Dia (Yohanes 1:10). Dia menderita dan disalibkan untuk menebus dosa manusia, kemudian mati dan dikuburkan, dan bangkit pada hari yang ketiga. Selama empat puluh hari dia masih ada di bumi ini berulang - ulang menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya, rasul-rasul pilihan-Nya dan berbicara Kerajaan Allah.
Kisah Para Rasul 1:4-12
4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
7. Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
9. Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
11. dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
12. Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 

Kini, Yesus yang telah turun dari sorga dan naik ke sorga akan datang kembali untuk yang kedua kali dengan cara yang sama seperti Dia naik ke sorga (ayat 11). Tugas-Nya di dunia untuk menyelamatkan orang berdosa telah selesai dan Dia kembali ke sorga untuk menyediakan tempat bagi orang yang percaya kepada-Nya dan akan datang kembali ke dunia ini untuk yang kedua kali untuk membawa orang-orang tersebut ke sorga dan hidup bersama - sama dengan Yesus.
Yohanes 14:3
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. 

Selama masih ada kesempatan, marilah kita merenungkan kembali firman-Nya dan melakukannya dengan sungguh-sungguh, dan dengan sungguh-sungguh juga mengikuti Yesus, bukan terbalik malah meminta Yesus mengikuti kita kemana pun kita berada. Ingat kata Yesus, "di mana Yesus berada, kita pun berada". Sehingga nanti pada saat kedatangan-Nya kita dapat beroleh mahkota kehidupan kekal di sorga, mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
1 Petrus 5:4
Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Amin.

Wednesday, May 13, 2015

Cari Uang atau Cari Tuhan

Renungan Rohani - Cari Uang atau Cari Tuhan - Save Your Soul
Aku teringat sebuah lagu sekolah minggu yang dulu masih kecil kami suka bernyanyi lagu ini, dan beberapa dari kita mungkin masih ingat lagu ini :
"Apa yang dicari orang.. UANG!"
"Apa yang dicari orang.. UANG!"
"Apa yang dicari orang siang malam pagi petang, UANG! UANG! UANG!"
"Bukan Tuhan Yesus"

Penulis lagu ini maksudnya mau menceritakan keadaan manusia masa kini memang hidupnya adalah mencari uang dan uang, dan bukan mencari Tuhan Yesus. Uang memang penting, sangat penting tetapi satu hal uang bukan segalanya. Tetapi kenapa semua orang berlomba mencari uang? Padahal berkali-kali Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak mengumpulkan harta di bumi tetapi biarlah kita mengumpulkan harta di sorga.
Matius 6:19-20
19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
20. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.


Bahkan raja Salomo dalam masa kemegahan dan kemewahannya, dengan hartanya yang sangat banyak yang kekayaannya melebihi semua raja yang ada di bumi (1 Raja-raja 10:23), Yesus mengatakan apa yang terjadi pada raja Salomo ini, raja Salomo tidak membawa semua kekayaan dan kemegahannya setelah meninggalkan dunia ini. Semua kekayaan raja Salomo itu lepas darinya, dan tinggal di dunia ini.
Matius 6:28-29
28. Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29. namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Matius 19:23-24
23. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Lukas 12:15
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."


Yesus mengajarkan kepada kita janganlah mengejar kekayaan, dan jangan bergantung kepada kekayaan tetapi bergantunglah kepada Tuhan. Lalu, apakah jadinya pengikut Yesus itu tidak boleh kaya harta? Yup. Dengan berat hati aku katakan di sini pengikut Yesus sejati itu tidak kaya harta, melainkan ia kaya di hadapan Allah. Kalau dia mempunyai harta yang berlimpah, dia harus membagikan hartanya kepada sesamanya, kepada orang-orang miskin.
Lukas 18:22-25
22. Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
23. Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
24. Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Apa itu kaya di hadapan Allah? Kita bisa lihat Abraham, Daud, Ayub.. mereka ini termasuk kaya di hadapan Allah. Walaupun Abraham, Daud, Ayub punya harta yang banyak sekali, tetapi kekayaan harta yang mereka punya itu adalah bukanlah yang utama melainkan bonus yang diperoleh dari Allah karena ketaatan mereka kepada Allah, bukanlah hasil dari usaha mereka dalam mencari harta melainkan anugerah dan karunia dari Allah karena kecintaan mereka kepada Allah. Itulah kaya di hadapan Allah, mereka mengutamakan takut akan Tuhan dan hidup taat sesuai perintah Tuhan.

Yesus juga menyatakan hal ini dalam Injil Matius 6:33
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."


Yesus mengajarkan cari dahulu Tuhan, maka semuanya termasuk segala sesuatu yang dibutuhkan kita, kekayaan, kebahagiaan, kesehatan, kepandaian, hikmat, keamanan, jodoh dan semuanya itu akan diberikan-Nya kepada kita. Setelah kita cari Tuhan dan mengenal Dia dengan benar, maka harta dan semuanya itu akan diberikan Tuhan kepada kita sebagai bonus di dunia ini untuk kita seperti yang telah diperoleh Abraham, Daud dan Ayub yang telah Dia berikan menurut kerelaan-Nya sendiri.

Dan lebih lagi bukankah Yesus juga mengajarkan doa bukan minta kekayaan yang berlebih tetapi makanan yang cukup.
Matius 6:11
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.


Lalu mengapa semua manusia mengutamakan mencari uang bahkan mereka berlomba-lomba dalam mencari uang? Ya, inilah takdir manusia yang telah berdosa di hadapan Allah. Inilah yang dilakukan manusia setelah jatuh dalam dosa. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia akan bersusah payah mencari rezekinya, berpeluh mencari makanannya, karena keterikatan akan dosa manusia berusaha sedemikian rupa mencari segala sesuatu untuk memenuhi keinginan dan hawa nafsunya.
Kejadian 3:17-19
17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18. semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19. dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."


Karena itu manusia sudah ditakdirkan untuk mencari makanannya, rezekinya, mencari uang untuk memenuhi segala keinginan dan hawa nafsunya. Itulah takdir sebagai manusia yang berdosa. Sementara, jika kita telah ditebus oleh Yesus Kristus, dosa kita telah diampuni-Nya, maka kita akan masuk ke dalam panggilan-Nya, kita akan mengenal-Nya dengan baik tidak akan mengutamakan mencari uang terlebih dahulu, tidak mencari kekayaan terlebih dahulu, tetapi roh kita akan dituntun untuk mencari Dia dan bersekutu dengan-Nya, merenungkan firman-Nya, menuruti perintah-Nya, maka segala keperluan kita akan dicukupkan-Nya menurut kerelaan-Nya bagi kita dan segala yang kita kerjakan akan dibuat-Nya berhasil dan beruntung (Yosus 1:8). Apakah kita yang telah diampuni dosanya dan dipanggil oleh Kristus dapat lagi berlaku seperti orang berdosa? Sekali - kali tidak!!!
Matius 6:31-32
31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.


Matius 6:8
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.


Amsal 10:22
Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. 

Jadi, setelah kita mengenal Allah, prioritas kita bukan mencari uang, ini bukan berarti kita tidak perlu mencari uang. Tetapi prioritas pengikut Yesus adalah carilah dahulu Tuhan, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segala yang kita kerjakan akan dibuat-Nya berhasil, dan segala kebutuhan kita akan dicukupkan, sebab Dia lah Allah, Bapa kita yang lebih mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita minta kepada-Nya.

Sudahkah kita mengetahui kebenaran Kerajaan Allah ini?

Friday, May 08, 2015

Respon Seperti Seorang Anak Kecil



"Kalo aja waktu bisa diulang, gue lebih milih jadi anak kecil. Yang gak tau apa apa, yang selalu senang gembira tanpa tau namanya masalah."

Pernyataan ini mungkin kadang muncul bagi orang yang sedang menghadapi masalah, sehingga dalam pemikirannya dia pengen menjadi anak kecil lagi dan lari dari masalahnya, karena anak kecil selalu bergembira, selalu senang tanpa memikirkan masalah. Pemahaman ingin menjadi anak kecil lagi karena melihat anak kecil itu selalu senang, bergembira, tanpa mau melihat mengapa anak kecil bisa berlaku seperti itu. Di sini aku mau katakan bahwa anak kecil bisa seperti itu karena respon anak kecil itu terhadap masalahnya lebih baik dari pada respon orang dewasa. Dan sesungguhnya Yesus telah mengatakan mengenai menjadi seperti anak kecil untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Matius 18:2-3
2. Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3. lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.


Lukas 18:16-17
16. Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
17. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."


Apa maksud Yesus mengatakan seperti itu? Apakah kita harus kembali menjadi anak kecil lagi? Tentu tidak. Yesus mengajarkan bahwa harus menjadi seperti anak kecil itu lah kita bisa diterima oleh Allah dan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Lalu mengapa Yesus mengatakan seperti itu? Ada yang berpendapat bahwa anak kecil itu masih suci belum mengenal dosa, apalagi kalau bayi yang baru lahir, banyak yang mengatakan bayi itu masih suci dan belum mengenal dosa, dan inilah pemikiran yang dapat menyesatkan banyak orang.

Siapa bilang anak kecil itu tidak punya masalah? Siapa bilang anak kecil dan bayi yang baru lahir itu masih suci dan belum mengenal dosa? Bahkan sejak dalam kandungan dan dilahirkan, manusia sudah punya warisan dosa. Hanya bayi Yesus lah lahir dengan keadaan tiada dosa dan suci. Karenanya, sejak bayi kita itu dibaptis dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus supaya anak itu menerima janji Kristus diselamatkan dan diampuni dosanya.

Sejak bayi lahir ke dunia, apakah dia tertawa sehingga dia bergembira, apakah dia tidak punya masalah sehingga dia dapat tersenyum? Tidak, bayi lahir ke dunia dengan menangis. Ya, menangis karena ada kesedihan dan masalah bagi sang bayi, tetapi kebahagiaan bagi orang tuanya. Itu lah masalah bagi sang bayi, masalahnya dia lapar, dia haus, dia kedinginan karenanya dia menangis.

Begitu juga anak kecil, kalau dia tidak nyaman dan disakiti maka dia akan menangis. Jadi kalau dia ketemu masalah yang membuat dia tidak nyaman, maka anak itu akan menangis. Tetapi kenapa anak kecil itu habis menangis, langsung cepat bergembira kembali dan melupakan tangisannya itu, mengapa? Karena responnya terhadap masalahnya itu cepat dia selesaikan. Anak kecil itu bisa cepat langsung melupakan masalahnya dan selalu memperhatikan dan menuruti apa yang diajarkan orang tuanya, selalu percaya apa yang dikatakan orang tuanya. Jika anak kecil itu lapar, haus, pengen ini, pengen itu, dia tinggal bilang ke orang tuanya dan kalau tidak diberikan maka responnya dia sebentar menangis tetapi setelah itu dia tetap nurut apa yang dikatakan dan yang diinginkan orang tuanya, dia berpikir sederhana dan tidak rumit dan yang paling penting anak kecil itu akan berkata jujur apabila orang tuanya tidak mengajarkan kebohongan kepadanya, begitulah respon anak kecil.

Yesus mengajarkan untuk perhatikan anak kecil itu bukan kita menjadi anak kecil lagi, tetapi respon kita terhadap segala sesuatu harus kita sambut seperti seorang anak kecil. Percayakan semua masalah kita kepada Bapa di Sorga, seperti anak kecil itu percayakan masalahnya kepada orang tuanya. Menuruti dan melakukan apa yang diperintahkan Bapa di Sorga kepada kita, seperti anak kecil itu selalu menuruti apa yang diajarkan dan diingini orang tuanya. Begitulah kita harus bisa memberikan respon terhadap segala sesuatu seperti seorang anak kecil.

Sudahkah kita memberikan respon seperti anak kecil?

Thursday, May 07, 2015

Keadaan Manusia Setelah Dibangkitkan.

Renungan Rohani - Keadaan Manusia Setelah Kebangkitan - Save Your Soul

Sering kita dengar jika ada kedua orang tua seseorang yang sudah meninggal, dan mereka yang ditinggalkan berkata bahwa kedua orang tuanya itu sudah senang di surga karena mereka berdua bisa berkumpul bersama-sama di sana. Bahkan ada sepasang muda mudi yang ditinggal mati kekasihnya, dengan galaunya dia berkata bahwa "jika aku nanti juga mati, kita pasti akan bersama kembali di sana..". Sesungguhnya, bagi mereka yang percaya kepada Yesus, baiklah kiranya pemahaman seperti ini dijauhkan dari padanya, sebab Yesus tidak mengajarkan seperti itu, bahkan Dia berkata bahwa pemahaman seperti itu adalah sesat.
Matius 22:29-30
29. Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
30. Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Setelah manusia mati, kemanakah manusia setelah mati? Ini sudah pernah kita bahas sebelumnya, maka tidak kita bahas kembali. Pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali nanti pada hari penghakiman, maka semua orang-orang mati akan dibangkitkan dan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga (Mat 22:30). Artinya, keadaan manusia setelah dibangkitkan nanti tidak seperti di dunia ini lagi, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Manusia akan hidup secara pribadi seperti malaikat, dan segala memori kehidupannya selama hidup di dunia tidak akan dia kenakan lagi, tetapi manusia akan mengenakan kehidupan seperti malaikat di sorga, tentunya bagi mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan.
Wahyu 20:15
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Lebih jelasnya, marilah kita perhatikan apa yang Yesus katakan mengenai keadaan manusia setelah kebangkitan dalam Injil Matius 22:23-33
23. Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
24. "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
25. Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.
26. Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.
27. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.
28. Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."
29. Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
30. Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
31. Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda:
32. Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."
33. Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya. 

Perikop tersebut dijelaskan bagaimana seorang perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya, maka saudara suaminya harus menjadi suami perempuan itu karena perkawinannya dengan suami yang pertama itu tidak membawa keturunan. Hal itu terjadi sampai perempuan itu kawin dengan saudara suaminya yang ketujuh. Apakah setelah kebangkitan nanti perempuan itu akan bersuami tujuh? Yesus dengan tegas mengatakan TIDAK.

Rasul Paulus juga menerangkan bagaimana keadaan manusia mati setelah dibangkitkan, dengan tubuh apakah dia dibangkitkan? Apakah dengan tubuh duniawinya ? Tidak!!! Tetapi manusia akan mengenakan tubuh yang baru, tubuh rohani yang baru.
1 Korintus 15:35-50
35. Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
36. Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
37. Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
38. Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
39. Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
40. Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.
41. Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.
42. Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
43. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
44. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
45. Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
46. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
47. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
48. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
49. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.
50. Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.
Amin.

Wednesday, May 06, 2015

memberi Perpuluhan (lanjutan)

Renungan Rohani - Memberi Perpuluhan - Save Your Soul

Seperti yang telah kita pahami bahwa perpuluhan itu bukanlah persembahan khusus, dan bukan pula persembahan hasil pertama (Nehemia 12:44, Amsal 3:9), dan bukan juga persembahan yang kita berikan pada hari pertama tiap - tiap minggu (1 Korintus 16:2). Meskipun Yesus tidak mengajarkan cara bagaimana memberi perpuluhan, tetapi Dia mengatakan perpuluhan itu merupakan suatu keharusan seperti yang telah kita ketahui mengenai perpuluhan. Mengapa? Karena bagaimana cara memberi perpuluhan itu sudah diatur dalam Taurat, dan itu tetap harus juga dilakukan. Sebab Dia datang bukan membatalkan hukum Taurat melainkan menggenapinya (Matius 5:17).

Persembahan perpuluhan ini sudah diatur dalam Taurat dengan jelas, supaya kita mengerti mari kita lihat dalam Ulangan 14:22-29 ;
22. "Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun.
23. Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.
24. Apabila, dalam hal engkau diberkati TUHAN, Allahmu, jalan itu terlalu jauh bagimu, sehingga engkau tidak dapat mengangkutnya, karena tempat yang akan dipilih TUHAN untuk menegakkan nama-Nya di sana terlalu jauh dari tempatmu,
25. maka haruslah engkau menguangkannya dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu,
26. dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apapun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu.
27. Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau.
28. Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu;
29. maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu." 

Berdasarkan ayat 23-25, memberi perpuluhan itu haruslah kita persembahkan di tempat yang dipilih oleh Tuhan bagi kita, dimanakah itu? dimana tempat kita berasal telah mengenal Kristus, di situlah kita mempersembahkannya, karena sejak dalam kandungan Tuhan menempatkan kita di tempat yang sudah dipilih-Nya sendiri. Dimana pertama kali kita di baptis, dan berjemaat, dan telah menerima janji Kristus  di situ pula kita boleh mempersembahkan perpuluhan kita. 

Dan sebenarnya persembahan ini kudus bagi Tuhan diperuntukkan bagi kita dan sesama kita (Ulangan 14:23,28), dan pengerja rumah Tuhan (Ulangan 14:27,29, Bil 18:21). Setelah kita persembahkan di hadapan Tuhan, tentunya dengan mengucap syukur kepada-Nya, maka perpuluhan kembali lagi kepada kita dan bagi pengerja rumah Tuhan. Coba perhatikan ayat 23 "haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu." Artinya, bolehlah kita pergunakan perpuluhan itu bagi kita setelah kita mengucap syukur di hadapan-Nya. perhatikan kembali ayat 26, "dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apapun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu". Jelas tertulis bahwa kita harus menggunakan perpuluhan kita itu untuk segala yang kita kehendaki dan kita bebas menggunakannya untuk kita, dan bersukacita bersama seisi rumah kita.

Tetapi satu hal yang harus lebih kita perhatikan adalah orang - orang yang mengurus rumah Tuhan, pendeta (kaum lewi) itu tidak boleh kita abaikan, bahkan pada waktu tertentu kita juga tidak boleh mengabaikan anak yatim, orang asing dan janda, mereka itu boleh menikmati hasil dari perpuluhan kita tersebut (ayat 27 - 29).
Untuk yang mengurus rumah Tuhan harus lah kita peduli, termasuk yang aktif dan pendeta (kaum lewi)
Bilangan 18:21 
Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan. 

sebab mereka ini hanya bekerja mengurus Kemah Pertemuan/rumah Tuhan dan mereka tidak mendapat bagian tanah pusaka seperti kedua belas suku/bani Israel yang lain tetapi bagian mereka adalah Kemah Pertemuan (rumah Tuhan), beda dengan masa sekarang, orang - orang yang mengurus rumah Tuhan, pendeta kini banyak yang bekerja di luar rumah Tuhan, sebahagian waktunya mengurus rumah Tuhan dan sebahagian waktunya yang lain dia lakukan untuk berdagang bahkan ada yang menjadi pengusaha sukses, which is semestinya jika dia terpanggil sebagai orang-orang yang mengurus rumah Tuhan biarlah dia melakukannya dengan tidak separuh waktu. Bahkan tidak jarang orang-orang seperti ini yang menekankan dan menuntut kepada jemaatnya untuk memberi perpuluhan. Sangat ironis bukan? Ya, inilah yang terjadi di akhir jaman ini. Tetapi yang penting di sini adalah hikmat, supaya kita bisa mengerti dan memahami firman Tuhan dengan sesungguhnya dan mengenal akan Dia. Dengan hikmat, kita bisa membedakan mana orang-orang yang benar - benar mengurus rumah Tuhan dan mana yang benar-benar pendeta, maka tetaplah kita tidak boleh mengabaikan mereka (ayat 27). Dan begitu juga bagi kaum Lewi, orang-orang yang mengurus rumah Tuhan yang telah menerima perpuluhan tersebut, haruslah mereka mempersembahkan perpuluhan mereka sendiri dari seluruh perpupuluhan yang telah mereka terima, sebelum mereka memakannya (Bil 18:25-32).

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.


Sunday, May 03, 2015

Hidup Suam - Suam Kuku

Renungan Rohani - Hidup Suam Suam Kuku - Save Your Soul
Rutinitas kerohanian seseorang tidaklah akan berarti apabila tidak dibarengi dengan kehidupannya secara rohani, ini dapat tercermin dari tingkah lakunya dan pengenalannya akan Kristus. Satu sisi ia melakukan kegiatan rohaninya, tapi di sisi lain ia melakukan keinginan dagingnya di dunia ini, yang akhirnya membawa dirinya kepada suatu kemunafikan. Mengapa ? Inilah yang Dia nyatakan kepada kita lebih - lebih kepadaku. Sebab bagaimana kita dapat benar - benar rohani tetapi lebih lagi menyenangkan diri terhadap keinginan daging? Tidak ada orang yang benar - benar rohani tetapi lebih lagi ia menyayangkan kemewahan hartanya dan apa yang ia miliki di dunia ini. Tidak seorang pun dapat mengabdikan dirinya kepada dua tuan.
Matius 6:24
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." 

Menganggap diri benar tanpa mengetahui dan memahami kebenaran itu adalah suatu kekejian di hadapan Tuhan. Karenanya, biarlah kita datang kepada-Nya dengan segala kerendahan hati meminta hikmat-Nya agar kita dituntun-Nya tetap berjalan di jalan-Nya.
Yakobus 1:5
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 

Perkara kemunafikan ini yang sama artinya dengan hidup suam - suam kuku terjadi pada semua orang tanpa terkecuali termasuk juga kepada aku karena memang manusia itu telah berdosa dan telah berbuat dosa, adakah kita yang merasa tidak berbuat dosa? Kalo ada, bertobatlah!!! supaya kita tidak berdosa dan tidak berbuat dosa lagi.
1 Yohanes 1:10
Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. 

Suatu kali, di suatu titik yang paling bawah, perkara ini aku pertanyakan kepada Tuhan dalam doa, dan betapa baiknya Dia memberikan pengetahuan mengenai perkara ini, dan Dia berfirman dan menampar keras aku dengan membukakan ayat ini ;
Wahyu 3:15-16
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Aku bertanya dalam hati, kok ayat ini yang terbuka? apa maksudnya ini?, selanjutnya aku memasuki pengertian dalam roh bahwa Dia tunjukkan ayat ini adalah untuk memberi pengertian kepadaku bahwa dulu... jauh sebelum aku mengerti kehidupanku yang suam-suam kuku, aku merasa sudah hidup rohani, bekerja dengan giat, aku merasa berbuat baik, dan pergi ke gereja, sekali - kali baca firman Tuhan itu sudah rohani, membawa anak - anak ke sekolah minggu dan mengajarkan mereka "Doa Bapa Kami", mengenalkan mereka akan Kristus. Tetapi di sisi lain aku juga masih menyenangkan keinginan sendiri seperti menganggap aku lebih rohani, masih merokok, masih suka marah kalau sedang kesal.
Tuhan mengajarkan kepadaku, bahwa hidup yang telah Dia berikan ini janganlah suam-suam kuku, tidak dingin atau panas. Tidak ada setengah-setengah di hadapan Tuhan, kalau mau dibenarkan-Nya, benar lah menurut firman-Nya dan bukan benar menurut pandangan sendiri. Sebab Tuhan tidak melihat apa yang manusia pandang, tetapi Dia melihat hati.
Amsal 21:2
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 

Jadi, adakah hal itu menyenangkan hatimu jika Tuhan berkata; "Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.