Tuesday, April 28, 2015

Kemanakah Manusia Setelah Meninggal?

Renungan Rohani - Kemana Manusia Setelah Mati - Save Your Soul

Banyak yang bertanya kemanakah manusia setelah meninggal? Ada yang bilang ke surga, ke rumah Bapa di sorga, ada juga yang bilang rohnya seperti gumpalan asap kecil yang berjalan melayang - layang terbang mengitari dimensi lorong hitam tanpa ada batasan waktu dan tidak dapat diukur oleh waktu manusia, gumpalan asap kecil itu ada yang bercahaya dan ada yang tidak. 

Untuk melihat ini, marilah kita dengan rendah hati mengetahuinya berdasarkan firman-Nya, karena jika ditanya banyak orang menggunakan imajinasinya untuk mendeskripsikannya, seperti pendapat yang terakhir sebelumnya, hmm.. penuh dengan imajinasi bukan...

Setelah manusia meninggalkan kemah tubuhnya, roh akan kembali kepada Allah. Mengapa ? Manusia diciptakan pertama kali dari debu tanah dan Tuhan Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya sehingga manusia menjadi makhluk yang hidup (Kejadian 2:7), selanjutnya manusia jatuh ke dalam dosa, maka dengan berpeluh manusia akan mencari makanannya seumur hidupnya sebelum tubuhnya kembali menjadi debu, dan roh yang dari Tuhan kembali kepada-Nya ketika tubuh kedagingannya telah merosot atau rusak.
Kejadian 3:19
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.
Kejadian 6:3
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Apakah manusia itu langsung kembali kepada Allah? Bukankah orang - orang yang mati dibangkitkan akan melihat kedatangan Yesus yang kedua kali di awan - awan pada hari penghakiman, kecuali mereka yang telah hidup bersama Yesus dalam kerajaan seribu tahun dan yang telah mengalami kebangkitan pertama tidak ikut dihakimi melainkan ikut bersama-sama dengan Yesus memerintah di dalam kerajaan seribu tahun itu (Wahyu 20). 
Ada dua tempat bagi orang - orang yang meninggal sebelum datangnya hari penghakiman yang bisa kita sebut ke dunia paling bawah, dunia orang mati yaitu Firdaus dan Alam Maut
Firdaus adalah dunia orang mati tempat beristirahatnya orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Ketika Yesus mati di kayu salib, apakah Dia langsung ke Allah, apakah Dia langsung ke surga? Tentu tidak. Dia turun dahulu ke dunia orang mati selama tiga hari dan bangkit pada hari yang ketiga, empat puluh hari dia di bumi dan selanjutnya baru Dia naik ke surga di hadapan murid - murid-Nya. Dia sebut nama tempat kemana Dia akan pergi ketika Dia mau menyerahkan nyawa-Nya, pada saat itu Dia melihat ada seorang penyamun yang ikut disalib bersama-Nya tiba-tiba percaya kepada-Nya, maka dia berkata kepada penyamun itu bahwa Dia dan penyamun itu pada hari itu juga berada di dalam Firdaus (Lukas 23:33-43).
Lukas 23:43
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." 

Tempat yang kedua adalah Alam Maut, tempat ini adalah tempat beristirahat orang - orang yang mementingkan dirinya sendiri, memuliakan dirinya sendiri dengan segala kemewahan dan kemunafikannya. (Lukas 16:19-31).
Lukas 16:19-31
19. "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 
21. dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28. sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 
30. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Perikop ini Yesus menceritakan seorang kaya yang suka memuliakan dirinya dengan segala kemewahannya mati dan masuk ke alam maut, dan seorang pengemis bernama Lazarus mati dan masuk ke dalam pangkuan Abraham. Apakah Abraham sudah berada di surga pada saat Yesus menceritakan ini? Aku kira tidak, karena Abraham belum dibangkitkan pada saat itu, jadi dimanakah Abraham? Ya, Abraham dan Lazarus berada di dalam Firdaus tadi sementara sebaliknya orang kaya itu menderita di dalam Alam Maut yang penuh dengan nyala api (ayat 24). Antara Firdaus dan Alam Maut itu terpisahkan oleh jurang yang tak terseberangi, jadi dari Firdaus ke Alam Maut tidak dapat datang atau pun pergi begitupun sebaliknya (ayat 26). Dan orang-orang mati itu tidak dapat kembali ke dunia orang hidup, seperti permintaan orang kaya itu mau memberitahukan saudaranya yang masih hidup, tetapi dia tidak dapat lagi (ayat 27-29). Orang kaya itu berpikir mau menyelamatkan saudaranya yang masih ada di dunia dengan kesaksian orang yang datang dari dunia orang mati itu, ternyata dia tidak dapat lagi (ayat 30-31).
Jadi, kesimpulannya tidak benar ada orang yang sudah pernah berjalan-jalan di firdaus atau alam maut kembali ke dunia ini. Dan kalau ada yang meninggal, sering kita mendengar "dia sudah berpulang ke rumah Bapa di surga", ternyata ini juga tidak benar. Bahkan Yesus mati saja, telah turun ke dunia orang mati yang namanya Firdaus selama tiga hari, apalagi kita manusia biasa, apakah kita nanti meninggal kita bisa langsung ke surga ? Tentu tidak!!! Kita akan memasuki dunia orang mati dahulu sebelum dibangkitkan, akankah kita ke Firdaus  atau ke Alam Maut ?

Tempat manakah yang kamu inginkan ???


Monday, April 27, 2015

mengenai Perpuluhan

Renungan Rohani - mengenai Perpuluhan - Save Your Soul
Perpuluhan atau juga persepuluhan sering kita dengar seiring semakin banyaknya denominasi gereja sekarang, sebab mereka selalu menekankan perpuluhan ini dilakukan. Bahkan ada yang sangat radikal menyarankan pengikutnya wajib memberi perpuluhan.
Untuk menyikapi ini, perlu kita mengerti apa itu perpuluhan dan bagaimana cara memberikan persembahan perpuluhan tersebut. Perpuluhan atau persepuluhan adalah memberikan persembahan sepersepuluh dari seluruh penghasilan kita yang dikuduskan bagi Tuhan.

Persembahan perpuluhan itu bukanlah persembahan khusus, dan bukan pula persembahan hasil pertama (Nehemia 12:44, Amsal 3:9), dan bukan juga persembahan yang kita berikan pada hari pertama tiap - tiap minggu (1 Korintus 16:2).

Maleakhi 3:10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.  
Pernah dengar ayat ini? Ya, ayat inilah yang sering dipakai oleh mereka yang mewajibkan pengikutnya untuk memberikan perpuluhan, sebenarnya ayat ini sangat bagus untuk diperhatikan oleh mereka - mereka sendiri yang katanya hamba Tuhan tetapi menggunakan uang perpuluhan untuk kepentingan dan kemewahannya sendiri. Mengapa ? Firman ini turun dan ditujukan kepada para Imam Israel which is pada saat itu mereka menjauh dari Tuhan, maka Tuhan murka kepada mereka (baca Maleakhi 2 dilanjut sampai Maleakhi 3). Para Imam pada masa itu merampas persembahan perpuluhan itu, dan ini juga terjadi pada masa sekarang, pada masa ini banyak yang mengatasnamakan Tuhan mengambil uang perpuluhan itu demi kepentingannya sendiri.
Perhatikanlah firman Tuhan tersebut; Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu. Artinya, ada kata itu, maksudnya ada persembahan persepuluhan itu pada mereka tetapi para Imam pada masa itu tidak membawanya ke dalam bilik perbendaharaan di Bait Allah.

Oleh karenanya, be aware!!!  Jadi pertanyaannya, apakah kita harus memberikan persembahan perpuluhan itu ?

Suatu kali, perkara ini aku pertanyakan kepada Tuhan dalam doa, dan betapa baiknya Dia memberikan pengetahuan mengenai perkara ini, dan Dia berfirman dengan membukakan ayat ;
Matius 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. 

Saat aku membaca ayat ini awalnya aku tidak mengerti, selanjutnya aku memasuki pengertian dalam roh bahwa Dia tunjukkan ayat ini untuk memberi pengertian bahwa persepuluhan dan keadilan, belas kasihan, kesetiaan harus dilakukan. Perhatikan perkataan terakhir dari teguran Yesus kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang-orang munafik pada saat itu; Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Artinya, kedua hal yang disebutkan sebelumnya itu yaitu hal yang pertama mengenai persepuluhan dari adas manis, jintan dan hal yang kedua adalah keadilan, belas kasihan, kesetiaan merupakan hal yang harus dilakukan. Jadi tak ada faedahnya kita memberikan perpuluhan tetapi kita berlaku tidak adil, tidak berbelas kasih, dan tidak setia terhadap sesama karena yang kedua inilah yang paling penting dan terpenting, dan perpuluhan itu adalah wujud dari perbuatan kita mengasihi Tuhan dan sesama. (Ulangan 6:5, Ulangan 11:1, Matius 22:37-40, Yoh 14:23). Jadi, apakah wajib memberi perpuluhan? Sesungguhnya : "Lakukanlah perpuluhan dengan tidak mengabaikan keadilan, belas kasihan, kesetiaan, bukan sebagai rutinitas suatu doktrin seakan-akan perpuluhan itu lah yang paling penting atau terpenting."

Jika perpuluhan ini kita anggap yang paling penting, sama lah artinya kita itu seperti ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi, dan orang-orang munafik yang telah ditegur Yesus pada masa itu. Di sinilah Yesus dengan tegas mengajarkan apa itu perpuluhan. Terpenting itu adalah yang utama dan lainnya itu yang kedua. Yang terpenting di sini adalah keadilan, belas kasihan, kesetiaan dan yang kedua adalah perpuluhan. Bukan tanpa alasan Yesus mengatakan hal ini. Mari kita lihat perkataan-Nya sejenak  mengenai hukum kasih itu bagaimana,
Matius 22:36 - 40
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." 

Mengasihi Allah adalah yang utama dan yang terpenting, dan yang kedua adalah mengasihi sesama. Tetapi banyak orang yang menyimpangkan ini sama halnya dengan perpuluhan tersebut. Mereka berkata, mengasihi sesama adalah sama mengasihi Allah juga, kalau tidak mengasihi sesama berarti tidak mengasihi Allah. Pernyataan itu benar dalam hal pengertian tetapi secara hakekatnya pernyataan tersebut seakan akan kita harus mengasihi sesama dahulu maka otomatis kita juga mengasihi Allah. Padahal sudah jelas Yesus mengajarkan mengasihi Allah dahulu baru mengasihi sesama.

Begini, jika kita mengasihi sesama dahulu daripada mengasihi Allah, maka ketika sesama/orang lain itu menyakiti hati kita maka timbullah kekecewaan dan kebencian bahkan kita balik menghujat dia. Mungkin saja terucap kita "kitanya sudah baik tapi dia tidak tahu terima kasih, dikasih hati minta jantung, mudah-mudahan dia kena batunya, dll..." sampai akhirnya kita tidak bisa mengampuni sesama kita itu. Inilah dampak dari kita mengasihi sesama lebih dahulu, karena motivasi kita mengasihi terhadap sesama adalah mengasihi orang yang mengasihi kita.

Jika kita lebih dahulu mengasihi Allah, maka mengasihi sesama sudah seharusnya kita lakukan motivasinya bukan mengharapkan kasih kita dibalas oleh sesama kita tetapi kasih kita itu akan dibalas oleh Allah, sehingga kalau pun sesama menyakiti hati kita, kita tidak kecewa, benci atau balik menghujatnya melainkan kita tetap harus mengasihinya meskipun sesama itu menyakiti hati kita. Kenapa seperti itu? Karena orang yang bisa mengutamakan mengasihi Allah yang terutama dan yang terpenting, apa pun perintah-Nya kita akan lakukan termasuk hukum yang kedua tersebut mengasihi sesama.

Begitu juga dengan perpuluhan, jika perpuluhan yang kita utamakan atau yang terpenting sementara keadilan, belas kasihan dan kesetiaan itu kita abaikan, sesungguhnya perpuluhan itu tidak ada faedahnya bagi Tuhan.
Hosea 6:6
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.



Lalu bagaimana cara memberikan persembahan perpuluhan tersebut ? Ikuti artikel lanjutannya memberi Perpuluhan..

bersambung........

Saturday, April 25, 2015

mengenai Merokok

Renungan Rohani - mengenai Merokok - Save Your Soul

Rokok sudah aku kenal pada masa mudaku dahulu, masa muda dulu bukan berarti aku sekarang sudah tua loh, sekarang juga aku masih muda kok, tetapi dulu aku jauh lebih muda dari sekarang.. hehehe.... Dimulai dari ditawarin teman, ikut pergaulan dunia ini dan lama - lama akhirnya menjadi suatu kebiasaan. Bahkan kalau tidak merokok, rasanya seperti ada yang hilang, apalagi kalau sehabis makan, tak sedap rasanya habis makan kalau tidak merokok. Jadilah kebiasaan merokok itu mengikutiku sepanjang hari, dari bangun pagi, siang hari dan berganti malam, rokok lah yang menemaniku bahkan dalam mengatasi kegalauan hati. Dalam sehari aku bisa menghabiskan satu bungkus rokok tipe mild, masih ringan kok dibandingkan ada orang - orang yang sampai dua bungkus atau lebih. hehehehe...

Dan saat ditanya baikkah merokok ? semua pasti jawab, ga baik sih.. tapi susah banget kayanya berhenti merokok, apalagi secara rohani kalo ditanyakan mengenai hal ini, aku pasti membenarkan diri kalo di Alkitab saja tidak ada kok tulisan dilarang merokok. Hal seperti inilah yang membenarkan diriku untuk tetap melakukannya dengan santai, walau pernah suatu kali ada niat untuk berhenti merokok, tapi tetap aja tidak bisa santai kalau tidak merokok. Apalagi merokok itu dalam dunia ini banyak orang melihatnya itu adalah hal yang wajar.

Waktu berlalu, musim demi musim berganti, seiring dengan banyaknya hal - hal yang harus terpikirkan, yang tadinya aku biasanya menghabiskan satu bungkus rokok tipe mild sehari, malah rokok tipe mild itu tidak bertahan dan meningkat dengan rokok kretek djisamsu hampir dua bungkus sehari, hanya rokok kretek itu lah yang bisa membawa keadaan santai.

Hingga pada suatu kali, di suatu titik yang paling bawah, aku mulai pertanyakan segala perkaraku kepada Sang Pencipta, Tuhan pencipta langit dan bumi di dalam nama Yesus Kristus, termasuk perkara merokok ini. Suatu malam, aku bertanya kepada-Nya, sepengetahuanku tidak ada larangan merokok di Alkitab,  karenanya aku meminta petunjuk mengenai perkara ini. Tak berapa lama Dia beritahukan suatu ayat ;
1 Korintus 6:19 - 20
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 

Dalam hati, sepengetahuanku pernah aku dengar bahwa tubuhmu adalah bait Allah, tetapi mengapa yang ditunjukkan-Nya adalah ayat ini, selanjutnya aku memasuki pengertian dalam roh bahwa Dia tunjukkan ayat ini adalah memang benar ada ayat yang mengatakan kamu adalah Bait Allah, tetapi Tuhan mau tunjukkan kepadaku bahwa tubuh ini bukanlah sekedar Bait Allah saja. Sama seperti Bait Allah, di dalam Bait Allah itu ada ruangan Kudus dan ada ruang Maha Kudus, dan di dalam ruangan Maha Kudus inilah Roh Kudus itu bersemayam, dan tidak sembarang orang yang dapat memasuki ruang Maha Kudus ini, kecuali para Imam yang telah dipilih oleh Allah saja.

Artinya, Tuhan mengatakan di sini bahwa tubuh ini adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam tubuh kita yang telah dipilih oleh Allah untuk menerima Roh Kudus itu masuk di dalam kita. Lalu kalau tubuh ini adalah tempat Roh Kudus bersemayam, apakah kita masih mau menyerahkan tubuh kita kepada keinginan dunia ini, mengotorinya dengan rokok ? Sekali - kali tidak!!! Tetapi haruslah kita memuliakan Allah dengan tubuh kita (ayat 20).

Setelah mendapatkan pengertian itu, maka jiwaku berseru kepada-Nya, "biarlah Roh Kudus itu turun dan bersemayam di dalam tubuh ini, dan kelatkanlah mulut ini dari keinginan merokok". Besoknya aku berangkat kerja seperti biasa, dan saat coffe morning di depan kantor biasanya ikutan ngopi bareng rekan satu kantor, rokok kretek sisa kemarin itu masih banyak, dan saat itu aku coba mulai menghisapnya, dan pada saat itulah aku merasa rokok itu kelat di mulutku, dan akhirnya rokok itu aku buang karena memang tidak ada rasa dan faedahnya lagi bagiku. Puji Tuhan, itulah awalnya aku lepas dari rokok sampai sekarang dan sampai selama - lamanya. Sisa rokok yang masih banyak itu aku berikan kepada rekanku di kantor itu, tetapi sekarang aku rasa, tidak seharusnya aku berikan rokok itu kepadanya, melainkan seharusnya aku buang saja itu, supaya kalau - kalau rekanku itu mengikutiku untuk tidak merokok.

Biarlah kesaksian ini dapat menjadi bahan pelajaran dan  memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana sesungguhnya perkara merokok itu di hadapan-Nya.

Akhirnya aku berterima kasih dan mengucap syukur kepada-Nya, biarlah nama-Nya di dalam nama Yesus Kristus dimuliakan.

Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Amin.






Pokok Anggur Yang Benar


Renungan Rohani - Pokok Anggur Yang Benar - Save Your Soul
Memiliki satu kerinduan untuk bisa menikmati kehidupan rohani yang semakin indah bersama dengan Yesus Kristus, dengan kata lain kita ingin bergaul lebih akrab, lebih karib dengan Yesus, merupakan anugerah terindah yang tidak ternilai.
Karenanya dengan rendah hati di sini mari kita merenungkan lebih jauh tentang perkara ini dari Injil Yohanes 15 : 1-8,

“Pokok Anggur yang benar”
15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Yesus adalah Pokok Anggur, Anggur melambangkan sukacita, damai dan sejahtera. Sukacita, damai dan sejahtera hanya ada di dalam Yesus Kristus, apabila kita ingin hidup dalam keadaan sukacita, damai dan sejahtera maka kita perlu menjadi bagian dari pokok Anggur itu. Apabila Yesus adalah pokok Anggur maka kita adalah ranting-rantingnya. Apabila kita tidak berbuah pada pokok Anggur itu maka kita dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Setiap orang yang belum hidup di dalam Yesus Kristus adalah ranting yang tidak berbuah, orang – orang seperti ini memang ada, tetapi mereka akan dipotong dan dibuang ke dalam api.

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (Matius 7:19).

Kita barangkali adalah seorang yang kaya, kita adalah orang yang berpangkat, berkuasa, kita adalah orang yang berpendidikan tinggi, tetapi tanpa Yesus dalam hidup ini, kita bisa disebut juga ranting kering, tidak ada arti dan makna, tidak ada sukacita, damai dan sejahtera. Apapun yang ditawarkan oleh dunia ini emas, perak, intan, permata, kekuasaan berapa tinggi pun tidak ada arti, tidak ada makna, tidak ada sukacita, damai dan sejahtera di dalamnya.

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (1 Yoh 2 :16)
Betapa menyedihkan, dalam kehidupan keseharian tentu kita sama-sama bisa lihat, orang-orang yang sudah memiliki kehidupan pribadi, kehidupan keluarga yang punya harta banyak, orang-orang yang intelek tetapi kehidupan mereka dipenuhi oleh percekcokan dan pertengkaran, ini membuktikan sukacita, damai sejahtera tidak terdapat didalam kekayaan, kehormatan dunia melainkan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Hubungan kita dengan Yesus adalah ibarat hubungan antara ranting dengan pokok, hubungan yang sangat erat. Apakah arti dari kehidupan yang erat dengan Yesus Kristus? Kita harus tinggal di dalam Dia, sebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa – apa. Jika kita tinggal di dalam Dia, maka seperti ranting memperoleh segala sesuatu dari pokoknya baik makanan dan minuman bahkan segala yang dibutuhkan ranting akan diperolehnya dari pokok. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku (ayat 4).

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Ayat ini sungguh luar biasa, kalau di King James version dikatakan tetapi “ye shall ask what ye will” artinya minta apa yang kamu inginkan. Orang yang sudah bersatu dengan Kristus bisa meminta apa yang kita inginkan, tetapi ini ada Roh Kristus di dalam hati kita sehingga waktu kita meminta apa yang kita inginkan itu ada Roh Kudus yang berperan di dalam kehidupan kita.Seseorang yang sudah didiami oleh Roh Kudus tidak akan meminta sesuatu yang bersifat pesta pora, yang bersifat ketinggian hati, tetapi permintaan yang sesuai dengan firman, lebih bersifat rohani, yang menyangkut kehidupan sukacita, damai dan sejahtera, tetapi tidak berarti bahwa masalah jasmani Tuhan tidak perhatikan. Sebagai orang yang di diami oleh Roh Kudus kita juga disebut anak-anak Allah, sebagai anak Allah, Tuhan lebih peduli akan kehidupan kita, apa yang kita minum, makan, pakai, apa yang akan kita diami akan masa depan kita, Tuhan memperdulikan kita, tetapi sekali lagi, manusia rohani lebih mementingkan perkara – perkara rohani.

Terakhir, mari kita lihat Yohanes 15 : 8,
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.

Berbuah banyak, perikop yang kita baca adalah tentang Yesus sebagai pokok Anggur dan kita adalah carang-carangnya. Pohon Anggur berbuah banyak apabila ranting – rantingnya berbuah banyak. Ranting yang bersatu dengan pohon, yang mendapatkan makanan dari pohon, pasti mengeluarkan buah yang baik. Apabila Yesus ada di dalam hidup kita, maka kita juga pasti berbuah banyak. Anggur adalah lambang sukacita, damai dan sejahtera, kehidupan yang berbuah lebat, yang menjadi berkat bagi saudara-saudara yang lain. Kalau ranting itu memiliki buah maka buah itu bukan untuk kepentingan ranting itu tetapi untuk kepentingan orang-orang lain, inilah yang menyenangkan hati Bapa di Sorga. Selama kita hidup di dalam Yesus, semua kita bisa berbuah banyak, semua kita bisa menjadi berkat bagi orang-orang lain, tentunya dengan tuntunan Roh-Nya, maka kita menjadi ranting yang berbuah banyak dan melakukan dengan baik tugas kita dengan rendah hati. Demikian jugalah kamu.

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. (Lukas 17:10)

Billy Graham adalah keluarga peternak sapi, anak orang-orang biasa, ketika Roh Kudus menjamahnya dalam sebuah kebaktian kebangunan rohani, ia menjadi Billy Graham yang baru yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa dalam ladang penginjilan, melalui pelayanannya, Roh Kudus menjamah banyak jiwa mendapatkan keselamatan di dalam Yesus Kristus.
Adoniram Judson seorang lulusan perguruan tinggi yang baik di Amerika Serikat. Pada waktu Roh Kudus menjamah hatinya ia memutuskan menjadi pengabar Injil ke Birma. Roh Kudus menjamah orang-orang Birma melalui pelayanan Adoniram Judson.
Anak peternak bisa dipakai oleh Tuhan, seorang pemuda bisa dipakai oleh Tuhan, siapa pun bisa dipakai oleh Tuhan menjadi berkat bagi orang lain. Membawa berita Injil keselamatan keujung – ujung bumi ini. Hamba – Hamba Tuhan orang Indonesia, menjadi berkat pengabaran Injil bahkan ada yang sudah menginjil ke luar Negeri. Melalui pelayanan mereka, Roh Kudus memberkati orang-orang yang dikunjunginya, bagaimana dengan kita masing-masing, semua kita punya potensi. Tidaklah mesti menjadi Hamba Tuhan yang terkenal, tetapi jika kita tinggal di dalam Dia, dan firman-Nya tinggal di dalam kita, otomatis kita akan melakukan dengan sepenuh hati firman-Nya, maka Roh-Nya yang diam di dalam kita akan melakukan pekerjaan – pekerjaan besar seperti yang dilakukan-Nya di dalam kita.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa ; (Yohanes 14:12)
Marilah kita berdoa agar hidup kita ini memiliki arti, kita tidak hidup hanya mementingkan diri kita sendiri, keluarga kita, pikirkan juga saudara-saudara yang lain. Masih banyak di sekeliling kita jiwa – jiwa  yang belum mengenal Tuhan Yesus dengan benar adalah tugas kita untuk mengabarkan kabar baik, berita keselamatan dari Yesus Kristus.

Tuhan Yesus memberkati kita semua dan keluarga berlimpah – limpah.
Amin.

Thursday, April 23, 2015

Janji Yang Tak Ingkar


Puisi - Janji Yang Tak Ingkar - Save Your Soul
saat itu…
bagaikan suluh tanpa api aku terdiam, berdiri tertegun menyaksikan percikan kilatan api di langit
dalam hati enggan untuk mengerti, ketika semilir angin tak diam membisikkan suaranya

perlahan ajarkan aku melantunkan nyanyian yang lama, pelan dan berirama
melukiskan warna percikan kilatan api itu yang bergerak menghampiriku
memaksa jiwa ini bersentuhan dengan aromanya

namun, tak satu pun air yang dapat menyemburkannya
tak satu pun serangga yang dapat menggertaknya
tak satu pun bunga yang dapat menguburkannya
tak satu pun awan yang dapat menggulungkannya
tak satu pun.. tak satu pun..

tapi.. suara angin itu menari di depanku
mengingatkan aku, menghiburkan aku, meramaikan aku
dari tariannya aku dapat mencerna
dari nyanyiannya aku dapat mengerti
suatu janji yang tak pernah ingkar
semakin jelas terukir demikian indah

dan ia mulai mengumandangkannya…
bukan air yang tidak mengalir mencari tempat terendah
seperti salju yang turun dari langit dan tidak kembali ke situ
demikian ia mengairi bumi, membuat hamparan taman yang indah
memberi benih kepada penabur yang enggan terbang menjauhinya
begitu juga janji-Nya terkirim dalam hembusan nafas yang murni
yang tak akan menguap seperti uap kembali kepada-Nya dengan sia – sia
tapi akan melaksanakan apa yang dijanjikan-Nya pasti terjadi.

by : Jemmy Purba - April 2015

Tuesday, April 21, 2015

Asa Sampai Ujung Waktu


Renungan Rohani - Asa Sampai Ujung Waktu - Save Your Soul

Tiba-tiba aku berjalan di kegelapan
Tak kulihat lagi seberkas sinar disekelilingku
Pikiranku melayang ke segala tempat yang terindah

Sejauh mata memandang hanya bayangan kosong laksana langit pekat tak berbintang dan rembulan enggan menampakkan dirinya

Hanya serigala-serigala menatapku tersenyum
Menerkam, mengoyak kekosongan hati
Bukit-bukit seakan menjauh dariku
Tiang api tak kutemukan lagi

Hati cemas tak menentu terus mengisi jiwa
Hati teriak walau hanya bisa berbisik

Adakah asa yang akan menghampiri ?

Seketika kulihat seekor merpati
Seakan mengirimkan pesan tak bertuan
Suaranya mengisi dingin dan kelamnya dinding hati
Sayap ketulusannya menyentuh kekosongan hati

Sekalipun bukit-bukit menjauh, tiang api tak kutemukan lagi, namun kerelaan hati yang tulus
Membuat merpati itu dapat mengepakkan sayapnya
Terbang rendah pada saat rendah, sesekali dia terbang tinggi pada saat tinggi
Walau sekelilingnya seakan marah ingin menajiskannya
Namun tak kulihat satu pun yg mampu membinasakannya

Dan akupun dibawa mengikutinya dan menjauh dari tempat itu
Sampai akupun akhirnya melihat ada sinar jauh disana
Sinar ketulusan sang merpati, tiada bandingannya
Untuk saat ini dan sampai ujung waktu

by : Jemmy Purba - Agt 2013  

Sunday, April 19, 2015

Nubuatan bagi pemakan daging babi.

Renungan Rohani - Makan Daging Babi - Save Your Soul
Nubuatan Nabi Yesaya akan lahirnya sang Raja Damai yaitu Yesus Kristus telah digenapi, bahkan tiga orang Majus yang bukan siapa-siapa diberi petunjuk melalui bintang yang bersinar datang kepada bayi Yesus untuk menyembah Dia.


Mungkin bagi kita sangat aneh melihat orang yang katanya karena melihat sebuah bintang lalu orang itu pergi menyembah bayi yang baru lahir, bahkan jika ini terjadi jaman sekarang bukan tidak mungkin pasti kita mengatakan gila itu orang atau sesatlah itu orang dll, tetapi bagi mereka yang telah diberikan petunjuk dari Tuhan, mereka akan tetap taat melakukan tugasnya.

Begitu juga nubuatan Nabi Yesaya yang tertulis di kitab Nabi Yesaya, semuanya pasti akan digenapi. 
Yesaya 42:9
Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.
Termasuk apa yang dinubuatkan Nabi Yesaya berikut,
Yesaya 66:17
Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN. 

Nubuatan ini bukan perkara haram atau tidaknya daging babi, yang mana hal tersebut tertulis di salah satu kitab Taurat Yahudi di dalam kitab Imamat. Tetapi ini lebih ke arah nubuatan nabi Yesaya yang dia dapatkan langsung dari Tuhan.
Jadi, jika kita sudah diperingatkan dan diberi petunjuk olehNya, akankah kita tidak melakukan firman-Nya? Sekali-kali tidak!!!

2 Petrus 1:21
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah

Melakukan Perintah Allah Bapa

Renungan Rohani - Melakukan Perintah Allah Bapa - Save Your Soul

Seseorang pernah berkata: "Tuhan kita sama cuy, jadi ga perlu kau nasehati aku, ga perlu kau ajarin aku." Tetapi rohku berkata dan aku katakan kepadanya: "Jika Tuhan yang aku sembah sama dengan yang kau sembah tentunya kau tidak melakukan yang tidak seharusnya, kau pasti melakukan apa yang diperintahkanNya."

Jika kamu menyatakan anak Tuhan, maka kamu seharusnya melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Karena anak akan melakukan apa yang diperbuat bapanya, anak akan meniru apa... yang dilakukan bapanya, anak akan melakukan apa yang dilihatnya dari bapanya, anak akan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Tetapi jika anak tidak melakukannya, anak siapakah dia ?
Yesus juga menyatakan hal ini kepada orang-orang Yahudi,

Yohanes 8:39-40
Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

Yohanes 8:44
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Dan jika kita anak-Nya sudah tentu kita juga akan melakukan perintah-Nya dan mencontoh pekerjaan-Nya seperti yang Yesus katakan,
Yohanes 14:12
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Baptis


Renungan Rohani - Baptis - Save Your Soul

(wajib baca terutama bagi yang mau bolak balik pindah gereja, bagi yang mau bolak balik dibaptis!)
Menurut aku, baptis adalah sakramen atau sesuatu yang sangat sakral dan ini dilakukan sebagai tanda pada saat kita menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat manusia yang telah mengampuni dosa manusia.
Karenanya, sesuatu yang sakral hakekatnya tidak bisa dilakukan dengan sembarangan tanpa mengerti hakekat, maksud dan tujuannya. Baptis bukan semata-mata karena pertobatan, lahir baru saja, tetapi yang paling hakiki adalah sebagai tanda persekutuan penyataan Kasih Allah melalui Anak-Nya yang tunggal yaitu melalui Yesus Kristus di dalam kita. Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan, dia membaptis dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Dia Yesus Kristus akan membaptis dengan Roh Kudus dan api.
Matius 3:11
 “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. “

Kalau baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan, mengapa Yesus dibaptis oleh Yohanes? Apakah Yesus harus bertobat juga? Tentu tidak, jadi arti baptisan yang paling hakiki itu adalah bahwa kita mau menerima Yesus Kristus sebagai penyataan Kasih Allah itu didalam hidup kita. Seperti sudah tertulis, Yohanes menolak untuk membaptis Yesus pada saat itu, karena dia merasa dia tidak layak, Yesus lah yang seharusnya membaptis Yohanes. Tetapi akhirnya, Yohanes membaptis Yesus bukan karena pertobatan atau Yesus harus bertobat, tetapi adalah untuk menyatakan Kasih Allah itu nyata di dalam Yesus Kristus, sehingga yang percaya kepada Yesus Kristus tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Matius 3:14-17
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Setelah mengerti arti dan hakekat baptis itu, lalu mengapa banyak orang menafsirkan lahir baru itu ditandai dengan baptis selam, dan tidak mengakui baptis percik? Padahal, baptis dengan cara menyelamkan sebahagian atau seluruh tubuh, atau secara percik itu hanyalah sebagai cara membaptis saja, dan tetap menggunakan menggunakan media air. Dan sesungguhnya Yesus menyatakan mengenai lahir baru atau manusia harus dilahirkan
kembali untuk masuk Kerajaan Allah tertulis sebagai berikut :
Yohanes 3:5
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Kalau hal ini dihubungkan dengan baptisan, mari kita lihat bagaimana Petrus membaptis dengan air dimana Roh Kudus turun terlebih dahulu, dan bagaimana Paulus membaptis dengan Roh dengan menumpangkan tangannya tanpa membaptis dengan air. Kedua Rasul ini melakukan ini semata-mata karena mereka sudah ditetapkan sebagai Rasul Besar untuk menyampaikan dan memberitakan Kebenaran akan Yesus Kristus kepada semua orang sesuai dengan tugas yang diberikan Yesus kepada mereka masing-masing.

Kisah Para Rasul 10 menceritakan Petrus membaptis Kornelius dan keluarganya dan sahabat-sahabatnya, ketika Petrus memberitakan Kebenaran akan Yesus Kristus, di ayat 44 tertulis, “Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang  mendengarkan pemberitaan itu.”  Dan kemudian di ayat 47-48 ;
"Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"
Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.
Di sini apakah Petrus membaptis mereka dengan menyelamkan mereka? Sepertinya tidak, karena peristiwa ini berada di dalam suatu ruangan di Kaisarea tempat Kornelius, keluarganya dan sahabat-sahabatnya berkumpul. Apakah mereka membaptis mereka dengan memercik? Tidak dituliskan disitu bagaimana cara Petrus membaptis mereka, tapi satu hal yang pasti, Petrus membaptis mereka dengan air setelah mereka dipenuhi oleh Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 19:1-12 menceritakan Paulus di Efesus membaptis mereka dengan Roh Kudus karena Paulus tahu mereka telah dibaptis Yohanes dengan air. Di ayat 2 – 6  tertulis ;
Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
Di sini apakah Paulus membaptis mereka dengan air? Tentu tidak, Paulus hanya menumpangkan tangannya ke atas mereka, karena Paulus sudah tahu bukan bahwa mereka sudah dibaptis dengan air oleh Yohanes, tetapi mereka belum mengenal apa itu Roh Kudus. Jadi benarlah apa yang dikatakan Yesus mengenai lahir baru atau dilahirkan kembali, orang itu harus dilahirkan kembali dengan air dan Roh. Yohanes membaptis dengan air, tetapi
juga orang yang percaya akan dibaptis oleh Roh yaitu Roh Kudus.
Kisah 1:5
Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.

Bagaimana Paulus bisa membaptis dengan Roh Kudus dengan hanya menumpangkan tangan? Dan bagaimana kita bisa mengetahui dan mendapatkan Roh Kudus itu? Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, maka Dia akan menyatakannya kepadamu.
Lukas 10:22
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.

Dahulu, banyak yang menyarankan aku supaya dibaptis selam, “baptis di sini aja supaya bisa terima Roh Kudus dan berbahasa roh, kamu kan dulu dibaptis waktu bayi.. belum ngerti apa-apa.. Yesus aja dibaptis setelah besar... supaya kamu lahir baru..”… bla.. bla.. dan lain sebagainya. Padahal bahasa roh itu adalah salah satu dari karunia Roh (1 Kor 14:1-40). Tetapi rohku mengatakan tidak dan ada yang mengganjal di hatiku yang menentang perkataan itu dan tetap teguh hanya mau dibaptis satu kali saja, walaupun pada saat itu aku tidak mengerti kenapa, apalagi aku pikir dahulu iya juga ya, waktu bayi kan aku belum ngerti apa-apa kok dibaptis, Yesus juga dibaptis sesudah besar. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu lah aku pikir akhirnya banyak orang mau dibaptis selam, bahkan ada yang sudah dibaptis di salah satu gereja dan pindah ke gereja yang lain dia harus mau dibaptis kembali di gereja yang baru dimasukinya untuk berjemaat disitu tanpa mengerti hakekat dari baptisan tersebut. Seakan-akan baptisan itu syarat masuk gereja tersebut, padahal sebenarnya baptis itu bukanlah syarat tetapi adalah tanda bahwa orang itu telah menerima Yesus Kristus. Lahir baru bukan karena kita dibaptis selam, tetapi lahir baru ketika Roh Kudus itu turun atas kita sehingga oleh Roh itu kita bisa menanggalkan perbuatan dosa-dosa kita yang sudah kita perbuat yang mengantarkan kita menjadi ciptaan baru (2 Kor 5:17, Gal 6:15). Kecuali memang orang itu sama sekali belum pernah mengenal Yesus dan dia menjadi percaya kepada Yesus barulah orang itu akan dibaptis. Tetapi syukur kepada Allah, Dia mau menyatakan hal ini kepadaku atas ketidakmengertianku tentang baptisan, which is akal budiku dahulu tidak mengerti tetapi rohku dahulu itu menentang dengan kuat tidak mau dibaptis kembali dimanapun itu.

Sekarang, menjawab ketidakmengertian itu, setelah mengerti hakekat baptisan di atas, di sini aku mau nyatakan hakekat baptisan yang sudah tertulis di dalam firman-Nya.
Yesus sebelum naik ke Sorga memang mengatakan harus dibaptis,
Matius 28:18 – 20
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Bagi kita yang sudah dibaptis, maka kita berada di dalam Dia, yang telah menerima Dia sebagai Juruselamat bahwa kita adalah satu didalam Dia dan Dia didalam kita.
Yohanes 17:20 – 22
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Efesus 4:5
satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
Dari ayat itulah menjadi pedoman bagi kita bahwa kita sudah dibaptis dalam nama-Nya, dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan kita menjadi satu dengan-Nya dan mengenal akan Dia. Tetapi banyak yang berkata, “itu kan kamu waktu bayi belum mengerti apa-apa”. Bukankah nama-Nya mempunyai kuasa?  Perlu aku tegaskan dengan akal budiku dan rohku bahwa nama-Nya itu, mempunyai kuasa, mempunyai kekuatan meskipun waktu bayi aku tidak mengerti dan belum mengenal-Nya secara lahiriah, tetapi aku percaya secara batiniah nama-Nya dan roh-Nya turut bekerja di dalam aku.
Adakah orang – orang memungkiri ada kuasa dan kekuatan dalam nama-Nya? Jawabnya pasti ada, bukankah dari zaman Yesus hidup sudah ada, dan sampai sekarang makin bertambah banyak.
Matius 15:8 – 9
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

2 Timotius 3:5
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Pertanyaannya, apakah kita termasuk kepada orang-orang yang memungkiri kekuatan nama-Nya? Renungkanlah!!!
Memang aku dibaptis dulu masih bayi, belum mengerti apa – apa, baptis percik lagi.. hehehehe… Satu hal yang aku mau katakan di sini, bukan bagaimana cara aku dibaptis, mau percik ataupun selam (di atas sudah aku terangkan mengenai ini), tetapi yang paling penting aku sudah dibaptis dengan air di dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus sesuai dengan kitab suci. Masih bayi, apakah itu diajarkan dari Alkitab? Tentu saja, bagi yang sudah menerima Yesus, maka kita akan menerima janji-Nya kepada kita bahwa kita yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan akan memperoleh hidup yang kekal dalam kekuatan kuasa kebangkitan-Nya. Untuk siapakah janji itu? Pastinya untuk kita yang sudah menerima janji Yesus itu dan untuk anak – anak kita.
Kisah Para Rasul 2:38 - 39
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Tetapi ada juga yang mengatakan, waktu bayi itu kan penyerahan anak namanya, karena masih kecil belum mengerti apa – apa, Yesus saja waktu kecil diserahkan ke Bait Allah lho….

Di atas sudah jelas bahwa kita yang sudah dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, kita akan menerima janji-Nya, dan janji itu berlaku bagi kita dan anak – anak kita. Aku dibaptis ketika aku bayi, aku menerima janji-Nya itu dan ketika sekarang aku mempunyai dua orang anak, mereka dibaptis juga ketika mereka bayi. Artinya, tidak perlu menunggu kedua anakku itu besar baru mereka bisa menerima janji-Nya, meskipun mereka belum mengerti apa – apa tetapi kuasa dalam nama-Nya itu ikut bekerja di dalam hidup mereka, mereka telah menerima janji-Nya ikut dalam kuasa kebangkitan-Nya.
Yesus ketika berumur delapan hari itu disunat menurut aturan hukum taurat, dan ini adalah tata cara hukum taurat yang berlaku, karena Yesus orang Yahudi, maka Ia juga disunat di hari ke delapan dan dikuduskan menurut hukum taurat. (Lukas 2:21-40). Umat Nasrani mengambil hal pengudusan ini sebagai awal manusia menerima baptisan kudus di dalam Kristus sampai sekarang.
Semoga Kasih Karunia dan Damai Sejahtera dari Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kita semua.
Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.
Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. (2 Timotius 2:7 - 8)

Saturday, April 18, 2015

Yesus adalah Tuhan

Renungan Rohani - Yesus adalah Tuhan - Save Your Soul

Firman yang aku paparkan di sini adalah firman-Nya yang menyatakan bahwa Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia lah itu Tuhan.  Mengapa? Ini akan menjawab pertanyaan seorang teman yang pada awalnya aku tidak bisa memberitahukankan kepadanya dimana ayatnya, tetapi ketika aku pertanyakan perkara ini kepada Tuhan, maka aku mendapatkan pengertian mengenai perkara ini dan akhirnya aku bisa menjawab pertanyaannya tersebut. Segala puji dan kemuliaan hanya bagi nama Yesus.

Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya :
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 
(Yohanes 13 : 13)

Ketika Filipus murid-Nya menanyakan dimanakah itu Allah Bapa, Yesus menegur perkataan Filipus dan menyatakan bahwa Dia lah Bapa itu sendiri;
Yohanes 14:7-10
7. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
8. Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
9. Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yesus menegaskan kembali bahwa Dia dan Bapa adalah satu, yang berarti Dia itu Tuhan yang layak disembah;
Yohanes 10:27-30
27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30. Aku dan Bapa adalah satu." 

Dan inilah juga perkataan Yesus saat Dia naik ke bukit untuk berkhotbah karena banyaknya orang yang mengikut Dia untuk mendengar-Nya, Yesus sendirilah yang menyatakan saat itu bahwa Dia Tuhan dan bagaimana mengikut Tuhan dengan benar,
Matius 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 

Yesus menyatakan bahwa Dia lah  Mesias kepada seorang perempuan Samaria, karena percaya kepada-Nya satu kampung diselamatkan:
Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”(Yohanes 4 : 25 - 26)

Di ayat 42, saudara-saudara perempuan Samaria itu percaya kepada Yesus;
dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”(Yohanes 4 : 42)

Kita lihat apa yang telah tertulis bagaimana Firman Allah itu menjadi manusia;
Yohanes 1 : 1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

dan di ayat 14 tertulis,
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1 : 14)

Yesus itu adalah Tuhan dan bukan nabi, Ia sudah ada sebelum dunia ini dijadikan bahkan dunia ini dijadikan oleh-Nya (ayat 10), ditegaskan kembali oleh Yesus dalam kitab Wahyu bahwa Dia adalah Alfa dan Omega, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang (Wahyu 1:8).
Yohanes 1:10-13
10. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12.  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13.  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Wahyu 1:8
8. "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Yesus akan datang kembali untuk yang kedua kali dengan cara yang sama seperti yang telah dilihat murid-murid-Nya ketika Yesus naik ke Sorga (Wahyu 1:7, Kisah Para Rasul 1:11).  
Wahyu 1:7-8
7.  Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

Kisah Para Rasul 1:9-11
9. Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
11. dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 

Dan lagi, Yesus mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Dia;
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.(Yohanes 14 : 6)

Perkataan Petrus murid Yesus yang sudah dipenuhi Roh Kudus mengatakan siapa Yesus dan hanya  di dalam nama Yesus manusia boleh beroleh keselamatan;
Kisah Para Rasul 4:8-12
8. Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
9. jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
10. maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
11. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru.
12. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Salah satu perkataan Paulus mengenai Yesus adalah Tuhan..
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. (1 Korintus 12 : 3)

Dan pada akhirnya adalah :
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
(Filipi 2 : 10 - 11)

Adam dan Yesus Kristus

Renungan Rohani - Manusia Adam dan Yesus Kristus - Save Your Soul

Karena satu orang (Adam), manusia jatuh ke dalam dosa,
Roma 5:12
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Dan karena satu orang juga manusia diselamatkan ke dalam hidup yang kekal. Karena kasih karunia Allah, Dia (Yesus Kristus) mengampuni dosa manusia.
Roma 5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Adam memang ada dan langsung diciptakan Allah dan bukan diperanakkan, Yesus sudah ada sebelum dunia ini ada dan bukan diperanakkan dari daging juga, ini bukan berarti Adam dan Yesus itu sama. Adam adalah manusia, tetapi Yesus adalah Tuhan yang telah menjadikan dunia ini beserta isinya. Adam diciptakan Allah sebagai manusia tetapi Yesus itu yang menciptakan dunia, Yesus itu Allah yang menjadi manusia.
Yohanes 1:10
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 

Tidak seorang pun dapat melihat Allah, karenanya supaya kita dapat melihat Allah, lihatlah kepada Yesus, karena didalam Yesus lah Allah telah menyatakan diri-Nya.
Yohanes 1:18
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. 


Adakah manusia dapat mengampuni dosa manusia selain Tuhan Allah sendiri. Bagaimana mungkin manusia yang berdosa dapat menyelamatkan orang berdosa?

Bagaimana mungkin sesama narapidana dapat melepaskan narapidana yang lain, bukankah mereka sama-sama di dalam penjara? Tetapi yang dapat menjamin dan melepaskan mereka adalah seseorang yang mau datang kepada mereka dengan memberikan jaminan kepada kepala penjara dan menebusnya sehingga mereka bisa bebas dari penjara.

Begitu juga Allah datang kepada umat-Nya untuk menebus dosa manusia melalui Yesus Kristus, karena hanya Tuhan yang mempunyai kuasa mengampuni dosa, Yesuslah Tuhan yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan umat manusia.

Matius 26:28
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Matius 9:4-6
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu — : "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

Jadi, baiklah mereka yang mempunyai telinga mendengar, dan melihat dengan matanya.

Amin.