Tuesday, June 07, 2016

Apa Arti Hidupmu?

Apa arti hidupmu?


Buat apa kau bekerja di sudut kota, tapi yang kau hasilkan hutang
Buat apa kau sembunyi dibalik kenyamanan, tapi yang kau datangkan malu
Buat apa kau percantik tubuhmu, tapi yang kau kerjakan zinah
Buat apa kau kejar kekayaan, tapi yang kau dapatkan kemiskinan

Apa arti hidupmu?
Tidak tahukah hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Apa arti hidupmu?
Tidak tahukah hidupmu itu seperti iblis menyamar malaikat terang

Ketahuilah...
bahkan seorang pengemis saja tidak akan membuang kupon lotere yang telah didapatkannya.
Ketahuilah...
bahkan seorang yang jahat pun mau memberi pemberian yang baik kepada anak-anaknya.

Apa arti hidupmu?

by : Jemmy Purba
Padang, June 2016

Friday, April 29, 2016

Samakah Semua Manusia di hadapan Allah?

Samakah Semua Manusia di hadapan Allah?
Allah menciptakan manusia, kemudian Allah memberkatinya dan manusia menjadi bertambah banyak memenuhi bumi ini untuk menaklukan bumi dan isinya (Kej 1:28). Pertanyaannya, apakah semua manusia di bumi ini posisi dan kedudukannya sama di hadapan Allah? Banyak yang bilang di dunia ini manusia ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang pintar dan ada yang bodoh, tetapi meskipun demikian kita manusia itu sama di hadapan Allah. Untuk menjawab ini marilah kita perhatikan firman-Nya yang telah diberikan-Nya kepada kita untuk menjadi pegangan bagi kita.

Matius 5:17 - 19
17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 
18. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
19. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Wahyu 7:4, 9
4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. 
9. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. 

Wahyu 14:1 - 3
1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. 
2. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.  
3. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. 

Dari Injil Matius, Tuhan Allah, Yesus memberitahukan kedudukan dan posisi manusia di dalam Kerajaan Sorga, bahwa di dalam Kerajaan Sorga ada tempat yang tinggi dan ada tempat yang paling rendah. Artinya, tidak semua manusia akan berada di tempat yang tertinggi nantinya dalam Kerajaan Sorga, dengan kata lain ada tingkatannya juga sama seperti di dunia ini. Dan kemudian diperjelas dalam kitab Wahyu bahwa yang bersama - sama dengan Yesus nanti di takhta-Nya hanya ada seratus empat puluh empat ribu manusia saja, dan itu pun adalah dari kedua belas suku keturunan Israel saja (Wahyu 7:4, Wahyu 14:1,3). Kita yang bukan termasuk dalam bilangan suku Israel tidak berada di dalam takhta-Nya tetapi kita akan berada di hadapan takhta-Nya, berada di tempat setelah kelompok seratus empat puluh empat ribu orang dari keturunan kedua belas suku Israel tersebut (Wahyu 7:9, Wahyu 14:2), itu pun kalau kita berkenan di hadapan-Nya selama kita hidup di dunia ini. Tempat pertama di Sorga dan takhta-Nya bersama dengan Yesus adalah untuk kelompok seratus empat puluh empat ribu orang tadi. Jadi, jika ada orang yang beriman bahwa dia yang akan pertama kali diangkat bersama Yesus, dan dia bukan bagian dari kedua belas suku Israel berkata dan beriman seperti itu, ketahuilah bahwa itu adalah iman yang kosong, iman tanpa perbuatan. Bagaimana dia beriman dalam perkataannya tetapi perbuatannya menyangkal firman yang telah tertulis di Kitab Wahyu tersebut, kenalilah mereka itu tidak mengenal kebenaran ini.

Orang yang setia dan percaya dan berkenan di hadapan-Nya, memang akan diberikan tempat tinggal di Sorga, tetapi ingat, jangan melampaui dari apa yang sudah tertulis, hendaklah kita merenungkan siapa dan dimana kita di hadapan-Nya. Kebenaran ini menjawab sudah bahwa hikmat manusia yang mengatakan bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah adalah tidak benar, bahkan Allah memberkati setiap manusia berbeda satu sama lain, jadi tidak ada gunanya kita memegahkan diri kalau kita diberkati dan merendahkan yang lain bahwa mereka tidak diberkati, itu sama saja kita sudah menghina manusia yang lain yang artinya kita melakukan yang jahat dan tidak ada kebenaran didalam perbuatan kita itu. 

Sebaliknya juga kita yang merasa dihina lebih rendah dari manusia yang lain, tidak perlu kita membenarkan diri atau menyenangkan diri dengan berpikir bahwa semua manusia sama di hadapan Allah. Lakukan saja kebenaran-Nya, bukan manusia yang akan membenarkan kita tetapi biarlah Allah sendiri yang membenarkan kita. Tetaplah lakukan yang benar dan kasihilah semua manusia sesuai dengan yang diperintahkan Yesus kepada kita, niscaya jika kita tekun dan tidak bercela, maka kita akan berada di hadapan takhta-Nya. Ingat ya... di hadapan takhta-Nya bukan bersama - sama berdiri bersama Yesus di takhta-Nya. Jangan kita menyangka bahwa kita akan berdiri bersama dengan Yesus di takhta-Nya, sebab kita bukanlah termasuk dari dalam bilangan seratus empat puluh empat ribu orang dari kedua belas suku Israel, kecuali kamu itu termasuk dari suku Israel.

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.
 


Tuesday, February 16, 2016

Mujur Orang Yang Berbuat Dosa

Mujur Orang Yang Berbuat Dosa
Allah adalah Allah semua orang, Allah orang yang jahat dan orang yang baik, Allah orang yang benar dan orang yang tidak benar (Matius 5:45), sebab Dia lah yang menciptakan manusia pada awal penciptaan dunia ini, karenanya janganlah menyangka Allah tidak mengasihani kita karena kita selalu dalam penderitaan dan dalam kesusahan, apabila kita memperhatikan orang-orang yang jahat selalu mujur dalam kehidupannya. Memang semua manusia pasti akan mengalami dan menanggung penderitaan yang sama (1 Petrus 5:9) tetapi bentuknya berbeda-beda setiap orang. Karenanya, apabila kita dalam keadaan menanggung penderitaan, bersukacitalah kalau kita menderita karena Tuhan, dan ujilah kalau kita menderita karena berbuat dosa atau tidak. 
1 Petrus 2:19-20
19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
20. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Begitu juga dengan kemujuran, ujilah kalau kemujuran itu karena kita melakukan apa yang berkenan kepada-Nya atau kemujuran itu kita tetap dapatkan walaupun kita melakukan banyak sekali dosa, sebab percayalah... Allah akan menghajar orang-orang yang dikasihani-Nya seperti ayah menghajar anaknya ketika anaknya berbuat salah, tetapi sebaliknya juga Allah akan membiarkan bagi orang-orang berbuat dosa dengan segala perbuatan jahatnya karena memang orang-orang seperti ini adalah ditentukan untuk binasa, dan bahkan orang-orang seperti ini menganggap Allah tidak menghukum atas segala perbuatan yang dilakukannya.
Ibrani 12:5-8
5. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
6. karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
7. Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
8. Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Yohanes 17:12
12. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

Pertanyaan mengenai kemujuran ini juga pernah aku tanyakan kepada Allah dalam doa, dan selanjutnya aku memasuki pengertian dalam roh sehingga saat itu terbukalah kepadaku kitab nabi Yeremia,
Yeremia 12:1b-2
1b. Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia?
2. Engkau membuat mereka tumbuh, dan mereka pun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka.

dan aku terus membaca pasal tersebut ayat demi ayat sampai akhir apa yang akan terjadi pada mereka.... dan di ayat 17 ada jawabannya...
Yeremia 12:17
Tetapi jika mereka tidak mau mendengarkan, maka Aku akan sungguh-sungguh mencabut dan membinasakan bangsa yang demikian, demikianlah firman TUHAN.

Setelah membaca dan mendapat jawaban tersebut, masihkah kita mau menyangka seandainya kita selalu mujur dan diberkati meskipun kita melakukan yang jahat di mata Tuhan itu dibenarkan Allah? Sekali-kali Tidak!!! Atau, masihkah kita menyangka mengapa kita menderita dan harus sabar menanggungnya meskipun penderitaan itu tidak seharusnya kita tanggung? Jangan tawar hatimu jika demikian, karena adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 

Ayub, orang yang paling saleh yang pernah ada di dunia ini juga menanyakan perkara ini kepada Allah, mari kita lihat..
Ayub 21:7
7. Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah kuat? 

tapi akhirnya mereka menjadi apa? baca terus di ayat 16 - 18
16. Memang, kemujuran mereka tidak terletak dalam kuasa mereka sendiri! Rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku.
17. Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan, kebinasaan menimpa mereka, dan kesakitan dibagikan Allah kepada mereka dalam murka-Nya!
18. Mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai.

Para pembawa pujian bani Asaf juga memperhatikan hal ini...
Mazmur 73:3
Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.  

dan baca terus sampai akhirnya, di ayat 16-20 tertulis,
16. Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku,
17. sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.
18. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.
19. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!
20. Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

Demikian janganlah kita menyangka bebas melakukan apa yang kita suka, melakukan apa yang menurut kita baik sebab baik menurut kita belum tentu benar di hadapan Allah sehingga kita menyangka Allah akan memberkati orang yang tidak percaya kepada-Nya sama seperti Allah memberkati orang yang percaya kepada-Nya. Hanya ujilah dirimu dan percayalah kepada-Nya.

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.

Monday, January 11, 2016

Bapa, Putera dan Roh Kudus

Allah Bapa, Allah Putera, Allah Roh Kudus.. bagaimana Allah yang Esa itu bisa dikatakan tiga pribadi? Sebahagian orang menyebut bahwa kita menyembah Allah yang banyak, Allah yang kita sembah ada tiga. Apakah benar demikian? Tentu tidak!!! Sebahagian orang mengatakan bahwa Bapa, Putera, Roh Kudus itu tiga pribadi dan masing-masing berbeda dan bukan satu, sebahagian orang mengatakan bahwa ketiga itu adalah satu. Bagaimana memahaminya which is hal ini disebut dengan Tritunggal ?

Aku percaya dan memahami bahwa Bapa, Anak, Roh Kudus itu adalah satu, Allah yang Esa, bukan tiga. Bapa, Anak, Roh Kudus bukan tiga pribadi yang masing-masing berbeda. Sama seperti Allah berfirman kepada Musa, dan menyatakan bahwa Dia adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
Keluaran 3:15
15. Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. 

Allah Abraham sama dengan Allah Ishak, dan Allah Abraham dan Ishak sama dengan Allah Yakub, artinya Allah Yakub adalah Allah Ishak dan Allah Abraham juga, Allah Ishak adalah Allah Yakub dan Allah Abraham juga, Allah Abraham adalah Allah Ishak dan Allah Yakub juga. Saat Allah menampakkan diri-Nya kepada Ishak, Dia menyatakan diri-Nya adalah Allah ayahnya, Allah Abraham (Kejadian 26:24). Saat Allah menampakkan diri-Nya kepada Yakub, Dia menyatakan diri-Nya adalah Allah Abraham, dan juga Allah Ishak, ayahnya (Kejadian 28:13). Begitu juga saat Allah menampakkan diri-Nya kepada Musa, Dia menyatakan diri-Nya adalah Allah nenek moyangnya, Abraham, Ishak dan Yakub.

Begitu juga dengan Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Allah menyatakan diri-Nya di dalam Yesus Kristus untuk pengampunan dosa manusia, setelah Yesus Kristus meninggalkan dunia ini dan naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Maha Kuasa, Allah Bapa yang telah dinyatakan di dalam Yesus Kristus tidak meninggalkan murid-murid-Nya dan orang yang percaya kepada-Nya sebagai yatim piatu, melainkan Dia akan tetap menyertai sampai akhir zaman dengan mengutus roh-Nya yaitu Roh Kudus sampai Ia datang kembali untuk kali kedua mengangkat orang-orang pilihan-Nya bersama dengan-Nya, membangkitkan orang-orang mati, dan juga sebagai Hakim yang adil menghakimi  orang-orang yang telah ditentukan binasa. Itulah sebabnya, orang-orang yang percaya kepada Allah Bapa yang telah dinyatakan di dalam nama Yesus Kristus dapat beroleh karunia pengajaran dan tuntunan dari roh-Nya yaitu Roh Kudus, melalui roh-Nya kita mendapat pengenalan akan Allah yang benar, apa yang berkenan kepada Allah, karena Allah itu Roh dan hanya curahan roh-Nya sajalah kita dapat mengerti dan berkata Ya Abba, Ya Bapa. Karena roh itu yang menghidupkan, sama halnya dengan tubuh kita ini, roh lah yang membuat kita menjadi hidup dan bernafas. Jadi Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus itu Esa, bukan tiga pribadi melainkan wujud penyataan Allah kepada manusia supaya manusia dapat mengerti bahasa Allah, apa yang berkenan kepada-Nya bahkan sampai dapat melihat Allah.

Yohanes 14:15-18, 26
15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
16. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
17. yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 

26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Matius 28:18-20
18. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 
19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

Matius 5:8
8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.