Thursday, July 30, 2015

Kebahagiaan Sejati

Renungan Rohani - Kebahagiaan Sejati - Save Your Soul
Banyak orang mencari kebahagiaan di dunia ini dengan harta yang melimpah, hidup yang penuh dengan senang - senang, mencari uang sebanyak-banyaknya, mencari kehormatan dan menjadi orang yang terhormat itu menjadi tolak ukur kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Namun, benarkah Tuhan berkehendak manusia berbuat demikian, kebahagiaan seperti itukah yang Tuhan sampaikan dan ajarkan kepada umat-Nya?

Mari kita lihat dan perhatikan seluruh Firman-Nya, baik kitab Taurat, Injil, dan kitab para nabi dan rasul-Nya. Tidak ada satu pun Tuhan mengajarkan dengan banyaknya harta yang melimpah, kesuksesan yang besar membuat manusia itu bisa berbahagia. Bahkan Salomo dalam kemegahannya yang diberikan Tuhan, kebahagiaannya pun bukan karena kekayaan dan kehormatan yang ia miliki tetapi karena hikmat yang ia miliki tiada taranya. Bukan kekayaan maka manusia dapat disebut berbahagia, meskipun manusia di dunia ini menganggap dengan kekayaannya ia dapat berbahagia. Manusia seperti ini jelas Tuhan katakan tidak mempunyai pengertian yang akan membawanya kepada kebinasaan. Hal ini jelas tertulis di Mazmur 49:17-21
17. Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,
18. sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
19. Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,
20. namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya. 
21. Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan. 

Lalu bagaimanakah manusia mendapat kebahagiaan menurut kehendak Tuhan ?
1.  Takut akan Tuhan, dan suka akan segala perintah-Nya 
     (Mazmur 112:1, Mazmur 128:1, Yesaya 48:18).

2.  Orang yang hidupnya tidak bercela, hidup menurut firman-Nya
     (Mazmur 1:1-3, Mazmur 119:1, Matius 7:21, Yakobus 1:22).

3.  Orang yang percaya kepada-Nya
     (Mazmur 84:13, Amsal 16:20, Yohanes 3:16).

Dan dalam Injil Lukas 11:28, Yesus mengatakan,
Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." 

Yesus mengatakan siapa yang berbahagia ketika orang banyak menyangka bahwa ibu Yesus lah, Maria yang paling berbahagia, namun Yesus menegaskan bahwa yang berbahagia adalah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya. Inilah arti kebahagiaan sejati sesungguhnya, di luar dari pada itu adalah bukanlah kebahagiaan.




Thursday, July 02, 2015

Adalah Cara-MU

Renungan Rohani - Adalah CaraMU - Save Your Soul
Adalah Cara-MU
Adalah Cara-MU
Adalah Cara-MU
Adalah Cara-MU

Hidup tidak selalu seperti yang kita inginkan, tidak selalu seindah yang kita bayangkan dan tidak seburuk yang kita rasakan. Terkadang kita harus melewati masa-masa sukar yang penuh dengan kekecewaan, penderitaan dan kesengsaraan namun tak jarang juga kita dapat melewati masa-masa kegembiraan dan sukacita. Semuanya itu adalah cara-Nya untuk membentuk kita menjadi pribadi yang kuat dan taat kepada-Nya. Seperti bejana tanah liat di tangan tukang periuk, yang membentuk sedemikian rupa menurut kehendaknya, jika bejana itu rusak, ia akan membentuknya kembali menurut apa yang baik baginya.
Yeremia 18:4
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Begitu juga Tuhan yang menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya, Dia membentuk manusia sedemikian rupa di tangan-Nya, adakalanya Tuhan menghancurkan, menghajar manusia itu jika manusia itu menjadi rusak, menjadi jahat.
Yeremia 18:5-7
5. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
6. "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
7. Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya.

Tetapi jika manusia itu berbalik dan bertobat dari segala kejahatannya dan kembali kepada Allah pembentuknya, maka Allah akan membangun mereka kembali.
Yeremia 18:8-9
8. Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.
9. Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka.

Segala sesuatu yang kita dapatkan di dunia ini hanyalah sementara, yang baik atau yang buruk itu semua diijinkan Tuhan terjadi di dalam hidup kita. Kegembiraan, sukacita, kesusahan, penderitaan bahkan malapetaka itu semua diberikan Tuhan kepada kita tanpa terkecuali. Bukan tanpa alasan Tuhan perbuat segala sesuatu di dalam hidup kita. Kegembiraan dan sukacita bila kita taat kepada-Nya, tetapi sebaliknya kesusahan dan malapetaka jika kita berpaling dari-Nya.
Yehezkiel 14:22-23
22. Tetapi sungguh, akan tertinggal di sana orang yang terluput, yang mengiring ke luar anak-anak lelaki dan perempuan; lihat, mereka akan datang kepadamu dan kamu akan melihat tingkah laku mereka dan kamu akan merasa terhibur tentang malapetaka yang Kudatangkan atas Yerusalem, ya tentang segala-galanya yang Kudatangkan atasnya.
23. Mereka akan menghibur kamu, kalau kamu melihat tingkah lakunya, dan kamu akan mengetahui bahwa bukan tanpa alasan Kuperbuat segala sesuatu yang Kuperbuat atas Yerusalem, demikianlah firman Tuhan ALLAH." 

Cara Tuhan membentuk kita tidak akan pernah terselami, yang pasti orang yang dikasihi-Nya tidak akan dibiarkan sendiri meskipun dalam kesesakan. Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana (Amsal 24:16). Hanya orang yang dikasihi-Nya saja lah yang dapat merasakan pertolongan dan pengajaran dari-Nya, kita dapat merasakan pengajaran dari-Nya itu bukti bahwa kita dikasihi-Nya, bukti bahwa kita adalah anak-anak-Nya.
Ibrani 12:6-7
6. karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
7. Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?

Sebab jika tidak demikian, kita bukanlah anak-anak-Nya melainkan anak-anak gampang.
Ibrani 12:8
8. Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Sudahkah kamu menyadari dan merenungkannya ? Anak-anak siapakah kamu sesungguhnya ?
Save Your Soul...