Monday, June 15, 2015

Dosa Yang Berulang

Renungan Rohani - Dosa Berulang - Save Your Soul
Ada pertanyaan setelah dosa kita diampuni, dosa masa lalu yang pernah kita perbuat, Tuhan akan mengampuni dosa kita, bagaimana dosa yang berulang atau dosa yang akan datang? 

Yang pasti Allah tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan.

Galatia 6:7
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Semua manusia telah berdosa, dan supaya manusia diselamatkan dari dosa-dosanya, maka oleh kasih karunia-Nya Allah sendiri telah menebusnya melalui Yesus Kristus, apapun dosa kita telah diampuni-Nya. Tetapi setelah kita menerima Yesus, bolehkah kita melakukan dosa lagi? Sekali-kali tidak.

Cukup sekali Yesus telah datang ke dunia untuk mengampuni dosa kita oleh kasih karunia-Nya, selanjutnya berusahalah dengan tekun dan berjaga-jagalah sebelum kedatangan-Nya yang kedua supaya saatnya nanti kita kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

Yohanes 8:10-11
10. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
11. Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."


Yohanes 5:14
14. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

Dari kedua nats tersebut, nats pertama menceritakan Yesus mengampuni dosa perempuan yang kedapatan berzinah dan nats yang kedua Yesus menyembuhkan seorang yang sakit selama tiga puluh delapan tahun, dengan tegas Yesus mengatakan kepada masing-masing mereka supaya jangan berbuat dosa lagi supaya tidak terjadi lagi yang lebih buruk.

Hal ajaran Yesus ini disampaikan juga oleh murid-Nya Petrus. 
2 Petrus 2:20-22
20. Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
21. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
22.Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."


Nabi Yehezkiel juga menyampaikan hal seperti ini,
Yehezkiel 18:24
24. Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik--apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.


Sebaliknya,
Yehezkiel 18:21-22
21. Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
22. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.


Lalu ada yang membela dirinya dengan pernyataan, "Manusia kan gak ada yang sempurna, tidak lepas dari kesalahan."  Pernyataan tersebut itulah tipu muslihat iblis sebenarnya, sehingga manusia mengandalkan pikirannya dan mengabaikan apa yang sudah tertulis dan yang diajarkan Yesus dalam Injil-Nya. 
Matius 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. 

Imamat 19:2
Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.  

Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan, sebab Allah tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan, Dia tahu segala isi hati manusia dan Dia melihat hati. Jika kita sudah benar-benar bertobat, tidaklah kita akan mau melakukan dosa lagi, sebab kita adalah ciptaan yang baru yang dilahirkan kembali dari Roh-Nya, dan Roh-Nya itu yang diam di dalam kita akan memampukan kita untuk tidak melakukan dosa lagi.
Yohanes 3:5
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 
2 Korintus 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.

Tuesday, June 09, 2015

Hidup Dalam Kebohongan

Renungan Rohani - Hidup Dalam Kebohongan - Save Your Soul
Seandainya dalam tubuh manusia ada sensor kebohongan, apabila ia berbohong hidungnya akan bertambah panjang seperti cerita boneka pinokio, maka sangatlah dipastikan maka seluruh dunia ini penuh dengan manusia-manusia yang berhidung panjang. Berbohong masa sekarang ini sudah semakin biasa bahkan sudah menjadi budaya, manusia semakin bahagia dengan kebohongan yang dilakukannya dengan sangat indah terhadap sesamanya, apalagi kebohongannya itu dapat dia lakukan layaknya orang yang sangat baik hati bertahun - tahun tetapi tanpa ia sadari hidupnya yang sementara itu telah diikat oleh roh dusta seumur hidupnya. Ada juga yang berbohong dengan alasan demi kebaikan yang sering ia sebut sendiri dengan istilah kerennya "white lie". Benarkah kebohongan demi kebaikan itu layak untuk kita lakukan ? Sekali - kali tidak !!!

Yesus mengajarkan bahwa apa yang kita katakan, katakanlah sejujurnya, katakan ya  jika ya dan katakan tidak jika tidak.
Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Kebenarannya adalah, apabila kita melakukan kebohongan maka tanpa kita sadari si jahat atau iblis itu akan mengikat kita dengan tipu muslihatnya dengan roh dusta sehingga kita semakin jauh dari Allah. Semakin banyak kita melakukan kebohongan, semakin jauh juga hubungan kita dengan Sang Pencipta kita, sejauh timur dari barat, setinggi langit dari bumi kita terpisah dengan Allah, karena Yesus sendiri tidak berbohong, jika tidak demikian maka Ia pasti memberitahukannya kepada kita. Iblislah yang menjadi bapa bagi orang - orang pendusta karena iblis adalah bapa segala dusta yang tempatnya adalah di lautan api neraka, orang - orang pendusta tempatnya di dalam lautan api yang menyala-nyala.
Yohanes 8:44
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 

Wahyu 21:8
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

Jika kita sudah mengetahui kebenaran ini, akankah kita tetap melakukan kebohongan dan dusta seumur hidup kita? Tentu tidak bukan? Marilah kita lakukan apa yang diajarkan Tuhan Yesus untuk berkata jujur meskipun itu menyakitkan, bukan melakukan kebohongan meskipun itu kelihatannya indah, apalagi berbohong dengan alasan demi kebaikan, sesungguhnya hal itu adalah kebohongan yang menipu dan tidak ada kebenaran didalamnya. 
Amsal 11:3
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. 

Kiranya kasih karunia dari Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus memberikan pencerahan jauh ke dalam lubuk hati kita, sehingga kita dapat beroleh belas kasihan, hikmat dan pengetahuan dan pengertian pengenalan akan Dia.

Amin.